Rabu, 07 Maret 2012

Stop Dreaming to be a Worker!

Rasulullah adalah seorang pedagang yang ulung dan sangat jujur hingga beliau dijuluki Al-Amin. Lalu mengapa masih banyak yang bertahan menjadi seorang pegawai??

Saat ini, saya masih menjadi pegawai, tapi saya tidak mau menjadi pegawai dalam waktu yang lama. Saya merintis usaha bocahngemil dari sekarang, itu ada tujuannya. Agar bakat dagang saya terasah. Agar saya lebih mahir nantinya ketika melepaskan gelar pegawai, dan memilih berdikari untuk menjadi womanpreneur.

Mengapa kita harus menjadi entrepreneur? ada beberapa hal yang menjadi pemikiran saya.


1. Indipendent
Dengan menjadi entrepreneur, seseorang tidak menggantungkan "kasarnya" uang makan di akhir bulan (baca: gaji).

2. Freedom
Sebagai pegawai, kita mengikuti apa yang diinstruksikan atasan.
Dengan pembukaan suatu usaha, tentunya what we think, imagine, create, is what we do. Kita tidak dikontrol oleh suatu rule yang diciptakan orang lain. We create something depends on our passion, not rule. Dan menurut saya kebebasan seperti ini tidak dimiliki olek tim kreatif di stasiun tv sekalipun. Karena mereka tetap harus mengikuti apa yang diinginkan atasan, pertimbangan rating, dsb. Menjadi entrepreneur adalah pekerjaan yang sangat bebas.

3. Fleksibel
If we are being entrepreneur, we can be flexible to manage our time. We can manage our time for family, business...

4. Income berlipat2
Pernah ga sahabat ngecek rekening koran trus ngeliat bahwa tabungan pas-pasan dan bagi hasilnya itu jauuuh di bawah biaya administrasi alias ga nutupin biaya administrasi. hmmm.... Kalau saya pernah. :)
So i prefer to invest my money for my business. I get profit till 40 percent dan uang bisa muter 2-3 kali dalam sebulan. Alhamdulillah...

Tapi, berbisnis juga ga mulus-mulus aja pastinya. High Risk High Return. And to get high return, we have to put more effort. Ga jarang saya rugi, dan lebih jarang saya nyerah. :) Mana mau eike ngerugi cyiiinnn... Otak musti diputer. Kita sebagai entrepreneur ga mungkin terus-terusan market driven, we should change to product driven. Why?? soalnya kita ga mungkin terus-terusan ngikutin pasar, trus siapa yang mau nanggung rugi lantaran stock masih ada. (jadi curcol gini). Jujur dagangan saya alhamdulillah laris, tapi ada beberapa produk yang kurang. Saya milih untuk up selling produk yang kurang laku. Karena yang namanya makanan itu ada EXPIRED. Dan saya pernah ngalamin RUGI lantaran pengelolaan inventory ga bener. Pencatatan sekarang lebih rapi. Saya simpan file excel di hp saya. Jadi ga repot bawa catetan juga. Intinya kalau mau untung banyak, ya kinerja yang diberikan juga harus lebih banyak. Itu sunnatullah.

Oke, moga tulisan saya ini lebih memotovasi sahabat untuk jadi entrepreneur ya. InsyaAllah...


Liat, order ,trus ngemil deh..... ----> bocahngemil

1 komentar:

  1. Semangaaaaat! 3M .. Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang! Pekan depan titip yoghurt deh di DT Serua.. :)

    BalasHapus