Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

HP jelek Ayah

Usia ayah masih terbilang muda, yaitu 26 tahun. Kami sama-sama berusia yang sama. Entah karena status sebagai ayah atau apa yang membuat dia menjadi super hemat. Sedih deh jadinya. Ayah yang sering dapat baju gratisan dari kantor, jaraaaaang sekali beli pakaian baru, sedangkan ibu dengan judul ingin hijrah untuk berpakaian syar'i menganggarkan setiap bulannya untuk membeli gamis dan hijab baru (dengan persyaratan: one in one out). Kalau bukan ibu yang menganggarkan untuk beli celana jeans atau baju baru sepertinya ayah tidak berniat beli pakaian baru. Mungkin karena dalam pikirannya, keluarga dan kebutuhan rumah tangga yang saat ini menjadi prioritas.

Beberapa waktu ke belakang, Ibu meminta Ayah untuk mengganti HP-nya yang sudah jelek. HP kami memiliki tipe yang sama dan dibeli bersamaan 2 tahun yang lalu pada saat tunjangan akhir tahun 2013. Apa mungkin Ayah khawatir kalau Ibu meminta dibelikan yang baru? Jujur saja ibu tidak berniat beli baru. Toh ibu hanya membutuhkan koneksi yang lancar dan kemudahan untuk instagram-an dan berselancar di dunia maya. Jadi, ga perlu HP yang bagus, tho jarang keluar juga. hihihi...kan sekarang Ibu juga WAHM. Mostly di rumah, ikut komunitas juga yang virtual. Sedangkan Ayah bertemu dengan orang banyak, Ibu merasa HP ayah sudah tidak presentative dengan pekerjaannya. Seringkali ibu berkomentar untuk mendorong keputusan pembalian HP sambil bercanda, "Ayah calon Direktur lho (Aamiin), masa HPnya jelek gitu. hihihi...Kalau ayah ganti HP, HP lamanya kan bisa buat admin Ibu nantinya (Ibu yakin suatu saat bisa mempekerjakan orang lain. Aamiin)" Spontan komentarnya adalah "HP ayah masih bagus kok, ga lemot."

Memang dibandingkan dengan HP Ibu yang kebanyakan aplikasi, kinerja HP ayah jauuuuuh lebih baik dari HP Ibu. Tapi secara fisik, HP Ayah yang sudah bopeng karena pernah ga sengaja Ibu jatuhin ke aspal (hampuraaaa ya yah) dan cat casing yang sudah banyak mengelupas membuat penampilan HP ayah .....(silakan isi sendiri). Ikhtiar Ibu tidak hanya komentar, Ibu mencarikan di situs penjualan untuk memberikan gambaran harga dari smartphone apel digigit, hihihi....harganya sekarang sudah turun, sampai dengan menawarkan "Ayah maunya HP apa, kan banyak pilihannya.."
Tetap saja sampai saat ini, Ayah memilih untuk tetap tidak mengganti HP. 

Semoga Alloh mudahkan Ayah untuk menjemput rizki-Nya dan selalu diberkahi Alloh. Aamiin yaa robbal alamiin.

Kamis, 03 Juli 2014

Berhati-hati akan Pujian

Setelah apa yang disampaikan suami saya beberapa waktu yang lalu, saat ini saya menjadi takut sekali mendapat pujian. Menurut suami, saya termasuk orang yang senang akan pujian. Saat ini saya takut apabila apa yang saya lakukan adalah karena ingin mendapatkan pujian atau penilaian baik dari manusia. Padahal bukankah semua perbuatan baik yang kita lakukan harus atas niat kepada Alloh? Namun saya juga tidak ingin menjadikan ketakutan untuk dipuji menghentikan langkah saya untuk berbuat baik, karena apabila terbesit pikiran seperti itu juga sudah dapat dikatakan riya? karena yang menjadi fokus pikiran adalah penilaian makhluk. Saya sangat senang sekali dengan status BBM sahabat saya yaitu " Refresh Our Niyyah". Memang niat itu adalah permulaan dari suatu amal, namun untuk menjaga niat tersebut patutlah kita terus memperbaharui dan menetapkan niat hanya untuk Alloh. Semoga kita tidak termasuk makhluk riya. Keponakan sekaligus menantu Rasul yaitu Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: "Orang yang riya memiliki beberapa ciri , 
  • Malas jika sendirian
  • dan rajin jika di hadapan banyak orang,
  • Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.
Saya masih sering merasa ingin berbuat baik ketika mendapatkan pujian. Astaghfirullohaladzim. Semoga saya mendapat kesempatan untuk terus berintropeksi dalam memperbaiki niat. Aamiin.




Kamis, 19 Juni 2014

ALERT: DATA CRISIS

Melihat judul postingan saya kali ini, suami saya pasti bakal meledek saya deh. Pasalnya sudah dari beberapa tahun yang lalu suami membuat tulisan mengenai Krisis Data di Indonesia. Mungkin bagi yang berminat baca, ini link tulisan beliau.
Mungkin tidak hanya saya dan suami yang merasa bahwa ketersediaan data di Indonesia masih sangat minim. Selain itu aksesibilitas terhadap data tersebut sulit. Saya merasakan sulitnya saat ini, saya saat ini masih menyusun proposal tesis dan sebelum mengerucut pada rumusan permasalahan tentunya harus dipaparkan mengenai sejumlah alasan mengenai mengapa pentingnya pokok permasalahan itu perlu dijadikan sebagai bahan penelitian. Namun, data yang saya butuhkan mayoritas tidak update. Bayangkan saja, sebentar lagi mau memasuki semester II di tahun 2014, data terakhir yang tersedia masih per 2012. What??? 
Aah...sudahlah, mengeluh pun tidak akan berubah. Toh ini bukan yang pertama kali. Dan herannya untuk data-data yang bersifat umum, seperti xxxx dalam angka tahun yyyy yang dikeluarkan oleh BPS tidak dapat diunduh secara online, dan ketika saya konfirmasi alasannya ke pihak yang bersangkutan, jawaban yang saya peroleh adalah data memang bukan untuk umum. What? Kalau singkat saya, buat apa ada internet? internet tersedia ditujukan agar lebih efisien yaitu masyarakat tidak perlu susah untuk memperolehnya, cukup tekan enter tombol unduh, data dapat diperoleh. Selain itu,  mana yang selama ini disosialisasikan tentang "paperless". 

Sekian tulisan dari saya untuk kesempatan kali ini. Takut banyak mengeluhnya.


Cheers!

Jumat, 06 Juni 2014

Foto Post Wedding lebih Seru dan Pastinya HALAL ♥♥♥

Pembaca pasti sudah sering mendengar istilah foto pre wedding?
Belakangan ini foto pre wedding menjadi sebuah keharusan bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Pertanyaannya hanya dua kata yaitu, perlukah dan bolehkah? Pernikahan merupakan sebuah ajang untuk berbagi kebahagiaan, maka dari itu banyak pasangan yang ingin menampilkan cerita cinta bahagia mereka pada saat resepsi atau di kartu undangan. Hmm... tapi beradegan mesra dengan yang belum halal apakah boleh? coba bantu dijawab. Banyak yang berani bermesraan dengan calon pasangannya karena yakin bahwa kelak akan menjadi pasangan suami istri. Namun, kuasa akan hidup dan mati ada di tangan Alloh. Tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin saja sebelum berlangsungnya pernikahan, ajal sudah menjemput. Wallohu 'alam bishowab.
Hmm...karena saya belum mumpuni ilmunya, saya sudahi dulu ya bahasan mengenai perlu dan boleh tidaknya foto pre wedding.
Saya ingin berbagi pengalaman saya sekitar 6 bulan yang lalu, yaitu menjelang kami 8 monthversary. Kami melakukan pemotretan post wedding. Kami merancang semuanya sendiri, tanpa menggunakan jasa foto. Ini bukan karena kami kreatif tapi lebih tepatnya biar irit. Mulai dari pemilihan lokasi, persiapan properti, pengarahan pose sampai dengan pengambilan foto, kami lakukan hanya berdua.


Hihihi...It was so fun.
Kami mengambil lokasi di taman honda, Tebet. Tamannya indah dan yang penting bersih. Dan taraaaaaaaa......foto inilah masterpiece dari hasil pemotretan kami. Satu kata komentar untuk foto ini. Amateur.


                      Catatan: kalau diperhatikan betul-betul, kelihatan lho kalo foto ini sambungan. hihihi...

But, we really love and insyaAlloh we won't be forgot this moment. For next photo session, insyaAlloh we will buy tripod for mobile phone. My niece said it will make easier photo session. Let's try!

Sekian cerita yang bisa saya bagikan pada postingan kali ini. 
Be creative and keep always be creative!

Kamis, 05 Juni 2014

Go to FH Theare : Ada Apa dengan Cinta?

Saya mungkin sangat kekanak-kanakan, sehingga apa yang saya lakukan seringkali dinilai oleh orang lain sebagai suatu hal yang berlebihan dan seperti anak-anak. Sekitar 7 bulan yang lalu, saya dan suami merencanakan untuk menonton film bareng. Jangan membayangkan kami pergi ke bioskop ya, kami hanya menonton di laptop. Hihihi…. Pilihan film kami “Ada Apa dengan Cinta?”. Di kantor saya membuat tiket aspal (asli tapi palsu). Ternyata memang saya pintar dalam duplikasi. Ketika saya menjadikan foto tiket hasil kreasi saya sendiri sebagai DP alias Display Picture di BBM, banyak yang menyangka tiket tersebut benar-benar asli. Hehe…lebih dari 2 orang sepertinya. Komentarnya bermacam-macam, tapi inti dari kalimat mereka adalah …”Ciyeee yang mau nonton….”. Respon saya adalah tertawa geli. Masa sih mereka gampang percaya begitu saja, memang ada ya di Indonesia FH Theatre? Terus pemutaran “A2DC” memang ada lagi ya? Mungkin mereka tidak memperbesar fotonya alias hanya melihat sekilas. Memang tiket tersebut saya warnai persis dengan warna tiket XXI, cara penulisannya juga. Oh iya, FH theatre itu singkatan dari nama kami. Hehe…udah pada nebak juga kayaknya ya.

Nah, tapi pada tanggal yang tertera di tiket ternyata tidak terealisasi. 14 Oktober 2013. Alhamdulillah baru kemarin kami bisa meluangkan waktu untuk nonton bareng. 27 Mei 2014. Tiket nonton yang tidak ada masa kadaluarsanya. 

We really enjoyed the moment.

We really love for everything we do. 








Tidak hanya soal menonton film di laptop yang kami persiapkan dengan begitu apik (bikin tiket aja sih sebenernya plus ga main gadget selama nonton), kami juga pernah melakukan pemotretan post wedding which we created and did by ourselves. It was so fun. And at last week, we discussed that we will do the same at other venue. And the theme for this project is about nature. I can not wait. ♥♥♥

For post wedding photo project, I will share my experience in other posting. Be patient, please!

Kamis, 15 Mei 2014

Short Vacation in Bandung

Banyak Harpitnas di bulan Mei ini ya, salah satunya kemarin tanggal 15 Mei 2014. Saya termasuk salah seorang yang memanfaatkan tanggal merah kemarin sebagai waktu berlibur. Namun saya tidak lantas mengambil cuti hari ini, saya tetap bekerja kok. Pada hari rabu malam sepulang dari kantor, saya pergi menyusul suami ke Bandung dengan menggunakan travel Cipaganti. Hehe…lumayan dapat penginapan gratis. Hal ini lantaran suami sedang tugas kerja di Bandung. Allhamdulillah. Kami menginap di Bali World Hotel. Tempatnya baguis, dan di dekat kolam renang ada taman dilengkapi dua air mancur, dan suaranya enak sekali di dengar. Sayangnya saya tidak merekamnya. Saya gantikan dengan moment berfoto dengan suami tercinta. ♥♥♥


Setelah check out dari hotel, akhirnya kami meluncur ke daerah Antapani untuk berkunjung ke rumah teman. Sayang, dia dan keluarga sedang pergi. AKhirnya, kami langsung meluncur ke daerah Padalarang, Kota Baru Parahyangan. Memang kami tidak berniat ke FO-FO yang terkenal di Bandung. Saya ingin ke tempat yang menyuguhkan keindahan alam. Dan saya tidak keliru memilih kota Baru Parahyangan. Saya sangat penasaran dengan Masjid yang katanya sangat bagus disana. Saya pernah melihat masjid tersebut di Instagram. Subhanalloh, Masjid di KBP tersebut memang sangat indah. Tiga kata untuk menggambarkan masjid tersebut. Simple. Futuristic. Nature.

Simple. Bentuk bangunan masjid adalah kotak, dan menurut website www.kotabaruparahyangan.com, inspirasi arsitek Masjid tersebut (Bapak Ridwan Kamil) adalah dari bentuk Ka’bah. Pemilihan warna pada masjid tersebut juga tidak banyak. I noticed only three colors, i.e. Black, White and Gray. Memang ada warna merah, yaitu pada karpet Imam dan baris pertama setelah imam. Namun selebihnya karpet berwarna hitam dan abu-abu. Warna luar bangunan masjid juga memang hanya dua warna yaitu putih dan hitam. Saya sangat suka sekali dengan konsep masjid Al-Irsyad ini.

Futuristic. Saya menangkap konsep masjid ini sangat mengusung konsep masa depan sekali, yaitu environmentally friendly. Tidak ada Air Conditioner ataupun Ceiling Fan di masjid ini (tapi ga tahu juga ya kalau sedang banyak jama’ah, tapi saat saya kemarin kesana ga ada. :D). Udara sejuk pada masjid berasal dari celah-celah bangunan masjid, dan subhanallah apabila dilihat dari jauh, deretan celah-celah tersebut membentuk bacaan syahadat. Fabulous!

Nature. Kalau biasanya di dinding bagian depan masjid terdapat ukiran kaligrafi atau berhiaskan mimbar yang mewah. Hal ini sangat jauh sekali dari konsep Masjid Al-Irsyad ini. Pada bagian masjid yang mengarah ke kiblat, bangunan dibiarkan terbuka. Jamaah disuguhkan pemandangan hijau. Dan tak lupa yang menjadi daya tarik adalah lafadz Alloh pada batu yang berbentuk bulat. Rasanya sulit sekali mengungkapkan betapa indahnya lafadz Alloh tersebut. Saya coba share fotonya ya disini.



Setelah sholat di masjid Al-Irsyad, kami meluncur untuk pulang ke Jakarta. Tapi sebelumnya kami melipir dulu ke Bale Pare. Itu lho yang terkenal buat tempat pre wedding. Hehe… Ternyata di dalamnya banyak tenant berupa café dan restaurant. Dan kemarin kami singgah di  Warung Boncell. Konsep dari restaurant tersebut adalah suasana warung kampung gitu, dan tua (klasik). Dari sederet menu makanan yang ditawarkan, menu makanan kami itu Tahu Gejrot, Sekoteng, Ayam Tulang Lunak dan Sup Ayam apa gitu. Hehe…Rasanya enak (cenderung biasa untuk lidah saya), namun suasananya yang jauh lebih enak. Kebetulan saat saya makan disitu, suasana gloomy lantaran baru saja hujan reda.

Sekian yang bisa saya ceritakan tentang liburan 1 hari di Bandung. Dan lagi-lagi saya dan suami mengakhiri perjalanan dengan bersenandung lagu sunda di mobil. Hehe (hobi nyanyi). 

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Sukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Gandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

chorus
Manuk Dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk Dadali pangkakon carana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia

Selasa, 13 Mei 2014

My Husband & the Kitchen

“Baby, tangan aku jadi kuning…” komentar suami saat melihat jarinya yang kuning-kuning bekas kunyit. Yap, tadi pagi kami membuat bekal makan sebelum pergi ke kantor. Dia membantu saya mengiris bumbu dan sayuran. Menu untuk bekal makan siang adalah cumi bumbu kunyit. Alhasil dia dapat tanda terimanya. Hehe..
“Maafin aku ya baby, masih banyak kurang jadi istri…”kemudian suami saya merangkul saya sembari dia tetap menyetir. Memang suami saya tidak risih bantu-bantu saya di dapur karena dia memang sudah terbiasa membantu mama iyah (nama mertua saya. red) memasak.  Pagi ini bukan pertama kalinya dia menemani saya di dapur. Kalau saya sedang sakit, dia memasak untuk saya. Selain itu, banyak teknik memasak yang dia ajarkan. Mulai dari cara membelah ikan, dan tadi pagi dia mengajarkan caranya mencuci tauge. Memang sederhana, tetapi tips yang dia ajarkan selalu tepat guna. Alhamdulillah. :)
Saya ingin sekali setiap hari membawakan bekal makan untuknya, dan mungkin karena saya terus menerus minta maaf kepada suami, akhirnya suami menyarankan untuk saya mempersiapkan bahan masakan untuk satu minggu. Selama ini, andalan saya adalah Ayam Ungkeb yang saya masak di hari sabtu atau minggu untuk kemudian saya masukan kulkas dan menjadi persediaan makanan selama satu minggu. Tetapi hal itu tentunya membosankan. Lalu, masa bekal nasi dan ayam saja?sayurnya?
Jadi  dengan sarannya, bumbu-bumbu wajib saat masak sudah dalam keadaaan standby. Bawang merah sudah dikupas, sayuran sudah dipotong-potong (dan dicuci tentunya). Itu step awal. Karena menurut suami, mengupas bawang, mencuci dan memotong sayuran juga memakan waktu. Maka dari itu, untuk mempersingkat durasi masak dan agar tetap sempat masak di pagi hari sebelum pergi kerja. Solusi inilah yang kami ambil. Alhamdulillahirobbil ‘alamin, tadi pagi suami saya sudah memotong-motong sayuran. He is a kind of person who did what he said. Committed. 

Thanks for your help, my lovely. And this morning, we sang together Enno Lerian’s song
Suami : “Kamu makannya apa?”
Saya : “Tempe!
Kemudian hening, “kok berenti nyanyinya???” dan dia menjawab, “aku tadi cuman nanya aja…hehehe”
Saya melanjutkan menyanyi deh… :D
Ada ayam goreng,
Ada tempe goreng,
semuanya digoreng. Oseng-oseng..
Sayurnya pilih saja, semua ada di meja.
Ada sayur bayam, ada tempe bacem, ada juga sayur kol. à Ini ga tau bener apa engga. hehe
Masih kecil makan disuapin, mau mimi mama yang buatin
Sudah besar, harus bisa bantu mama kerja di rumah…
Duriduridam dam…duriduridam…

Kamis, 08 Mei 2014

My Love Story [part 3]

Setelah lama tidak berkomunikasi, akhirnya pada saat dia wisuda. Saya pun menghubunginya.
F: "Selamat ya ta udah jadi Sarjana Ekonomi."
H: " Makasih ya..."
F :"Gimana seleksi BI nya ? Berlanjut kah?"
H : "Engga dilanjut, jadinya nerima yang pasti-pasti aja. Kerja di Sari Husada. Kantornya di daerah Rasuna Said."
F :"Oooh gitu. Teteh juga pindah kerja lho, ke daerah kuningan. Deket halte depkes. "
 
FYI, Pemirsa rasuna said dan kuningan ternyata sama. -.-"
 
H: " Kuningan sama rasuna said kan sama. Aku juga deket gedung depkes. "
F: "Jangan bilang kamu di Cyber 2 tower..."
H : "Iya, aku di lantai 15, kamu?"
F :" Teteh di lantai 35..."
Setelah mengetahui hal itu, saya takut kalau sampai ketemu dengan Hata. Khawatirnya jadi 'kikuk'. Tapi ternyata skenario Alloh bercerita lain. Hata yang saat itu mengikuti program MT (Management Trainee), ditempatkan untuk OJT (On Job Training) di Makassar. Sebelum hata pergi ke Makassar, saya mengirimkan buku sebagai hadiah untuk dia karena saya tidak sempat datang ke wisudanya. Selama dia di Makassar, kami masih berkomunikasi. Hingga akhirnya ada suatu hal yang menyebabkan kami terputus silaturohim beberapa waktu dikarenakan suatu hal (off the record, :) )

Dan pada awal bulan Desember, bukan suatu ungkapan pernyataan rasa suka atau sejenisnya, dia melamar saya. Jelas saja saya kaget. Komentar saya saat itu pun..
" Ngajak nikah itu bukan kayak ngajak main. Nikah itu hal yang serius..."
Dengan mantapnya dia menjawab, " Aku udah minta ijin sama orang tua kok..."
Wahh...saya benar-benar tambah kaget. Namun, saya tidak lantas langsung menerimanya, karena saya tidak mau keliru lagi dalam mengambil keputusan. Hingga akhirnya, setelah proses istikoroh saya pun mantap menerimanya. Proses berjalan begitu cepat. Saya memperkenalkan hata pada keluarga saya dan dia memperkenalkan saya pada keluarganya.

Hata memang pernah datang ke rumah saya, itu pun dulu dengan teman sma saya yang juga menjadi rekan satu organisasi himpunan agribisnis antar universitas, dengan tujuan "numpang makan". hehe... Makanya ketika saya menyebutkan nama hata ke mama saya, komentar mama saya..."Hata yang mana? ", saya menjelaskan..."itu lho ma, yang datang bareng yunia pas mama masak pindang ikan mas.." dan mama saya menutup komentarnya dengan.."Oooo... yang numpang makan itu ya.."
Komentar keluarga saya ketika hata datang ke rumah, secara keseluruhan positif. Alhamdulillah. 
Hingga pada saatnya giliran saya yang mendatangi keluarganya. Saya mendapat jamuan yang hangat dari keluarganya. Alhamdulillah.
Proses persiapan pernikahan kemudian berlanjut,hingga akhirnya lamaran jatuh pada tanggal 17 Maret 2013 yang ditujukan untuk menentukan tanggal pernikahan. Keluarga Hata menginginkan kami menikah tanggal 4 Mei 2013, namun keluarga saya menolak. Karena tentunya sebagai keluarga mempelai wanita yang akan mempersiapkan acara pelaksanaannya. Hingga akhirnya, keluarga Hata setuju dengan tanggal yang keluarga saya tawarkan yaitu 18 Juni 2013.
Biidznillah (dengan izin Alloh), semua gedung full booked. Untuk memesan gedung menurut salon pengantin biasanya sudah dari jauh-jauh hari dipesan, minimal 6 bulan sebelumnya. Haahh? lama banget ya... Karena bagi saya, mempercepat pernikahan adalah lebih baik, untuk menghindari hal-hal yang diharamkan. Dan ketika hampir "desperado", saya coba menanyakan ke pihak gedung yang saya hubungi mengenai apakah tanggal 4 Mei gedungnya kosong. Dan ternyata, alhamdulillah kosong. :)

Akhirnya kami menikah tanggal 4 Mei 2013 di Gedung PLN Sukabumi. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Alhamdulillah.



PS for my husband:

Baby, the full of our love story is still ours and being our privacy, but i think it is not a sinn if i share a part of our love story. hehe... 
Love you my Mr Guava, 
Love you my baby,
Love you ayah, 
Love you Hata Madia Kusumah :* :* :*




Jumat, 02 Mei 2014

My Love Story [Part 2]

Saya lanjutkan lagi ya ceritanya. 

Sebelum masa MPD, nama Hata Madia Kusumah sudah pernah saya dengar, salah satunya dari teman sekelas saya yaitu Emijar Esrianti. 
"Mi, buku-buku tingkat 2 boleh uji pinjemin ke temen TK uji ga? dia masuk agribisnis juga."
dan Emi pun menjawab, "Maaf uji, emi mau kasihin ama adik kelasnya temen Emi. Namanya Hata. Katanya anaknya pinter."
Pantas saja, waktu pembagian kelompok AK kok rasa-rasanya nama Hata familiar banget. Heu...ternyata -.-"

Memang banyak berita "katanya" soal hata selama masa kuliah.
"katanya" yang ke-1
"Katanya Hata itu anaknya pinter ji. IPK dia pas tingkat 1 itu bulat 4.00"--> tanggapan saya "Ooooh...gitu ya"

"katanya" yang ke-2
Teman saya yang namanya Elva, entah kenapa tiba-tiba berkata seperti ini (ketika saya mengunjungi kostan dia)"Ji, kamu masih deket sama Hata?"| tanggapan saya "Ah, gitu aja." Terus kata Elva, "Katanya dia banyak adik kelas yang suka lho  sama dia."| tanggapan saya "Ooh...gitu ya.."

"katanya" yang ke-3
Dan ini yang paling banyak sampai di telinga saya.
"Ji, kayanya hata suka sama kamu ya ji?Dia perhatian banget sama kamu." | tanggapan saya, "Ah, engga. Dia mah katanya baik ama semua orang. kan mengayomi katanya. Lagian kan dia baiknya sebagai adik ke kakak".

Sampai akhirnya dari sekian "katanya" yang saya dengar, berubah jadi saya diciye-ciye-in diisukan kalau Hata suka sama saya. Hmm....naif mungkin. Tapi memang saya tidak terpikir dan tidak mau terpikirkan, karena beberapa katanya juga.

"katanya" yang ke-4
Anak angkatan dia itu hedonism minded, and it was not suitable for me. Sedangkan angkatan saya dikenal academic and organizational minded. Jadi ga cucok lah ya... Emang ga bagus kalau orientasinya angkatan. Mustinya orientasinya departemen, jadi membaur. Kalau angkatan,kecenderungannya egocentric. Andai waktu bisa diputar ke belakang. hehe...Semoga departemen kami lebih solid lagi ke depannya. Aamiin.

"katanya" yang ke-5
Dia suka sama temen sekelasnya. Hmmm... that was not my business, but it was bothering of my mind at that time ( I don't know what the reason)

Sampai akhirnya temen-temen dia yang jadi adik bimbingan saya di SGD (Small Group Discussion) SES-C menyampaikan kalau mereka adalah tim suksesnya Hata. Whaaaatttt? Spontan saya geli bayanginnya dan shock. hehe...kocak aja sih lebih tepatnya. Saking kagetnya, saya langsung cerita dong sama salah satu personil dandinduners yang sangat tidak  pintar menjaga rahasia, sebut saja namanya cantika. Eh, cantika malah langsung nyeletuk ke HMK, "Deuh, yang punya tim sukses..."

Untung waktu itu dengan nada bercanda diiringi tawa yang terbahak-bahak, jadinya percakapan terakhir itu menjadi angin lalu. *selameeeettt*elus-elus dada*

Dengan kesibukan kami masing-masing, yaitu saya aktif di 2 LDF dengan kegiatan mentoring, kepanitian, ikutan lomba karya tulis (meskipun gak lolos.hehe), pembinaan ke ibu-ibu, keputrian, dsb sedangkan dia waktu itu sibuk di himpunan mahasiswa dan saya tidak tahu kegiatan yang lainnya. hehe. Komunikasi kami pun jarang. Paling-paling kalau saya buat status di Facebook, HMK pasti komen. Hal ini juga yang membuat banyak pembicaraan "katanya" tentang kami. Haduuuuhhh...

Saya tidak mau pacaran, dan saya tidak suka diisukan seperti itu. Akhirnya saya jaga jarak. Dan setelah dari sekian "katanya" itu yang menyebabkan saya kalau melihat dia langsung ngibrit  menghindar. Bagusnya saya ilustrasikan kali ya. *brb*sketch* tatattaraaaaaa....
*semoga paham ya dengan ilustrasinya

 
Kalau diingat-ingat kayak jaman anak sekolahan ya, bukan anak kuliahan. Hehe... Kalau akhirnya papasan dan tegur sapa, saya pura-pura ga lihat. Yaaa, memang harus jaga pandangan bukan? Saya akan merasa lega kalau saya sedang bersama dandinduners, jadi tidak terlihat kikuk. Remaja banget ga sih?

 Hal ini berlangsung cukup lama, hingga diselingi beberapa kisah di kehidupan kami masing-masing. And for this, sorry i can not share on my blog.  :)

Okay, sekian. Nanti saya lanjutkan lagi yaaa...

Love is about chemistry. 
And i really like this song..
"L is for the way you look at me..
O is for the Only one I see...
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you adore can...."

Selasa, 29 April 2014

My Love Story [Part 1]

Kamu tahu OSPEK ga? sampai sekarang saya tidak tahu OSPEK itu singkatan dari apa.hehe... Hal yang saya tahu kalau ospek itu masa orientasi buat murid/mahasiswa baru. Nah kalau di IPB disebutnya MPKMB (lupa singkatannya. :D) untuk anak TPB (tingkat Persiapan Baru Bersama), MPF (Masa Perkenalan Fakultas) dan MPD (Masa Perkenalan Departemen) untuk mahasiswa yang naik ke tingkat 2. Hmmmm.... lantaran belum pernah ngospek, saya bertekad untuk jadi PJAK pada saat MPD untuk angkatan di bawah saya. PJAK yang kependekan dari Penanggung jawab Anggota Keluarga adalah sesosok kakak yang baik hati, mengayomi dan ceria. Berlawanan peran dengan Komdis yang merupakan singkatan dari Komisi Displin yang perannya lebih garang, patuh peraturan, dan galak. Sangat kontras sekali bukan??
Dan waktu itu pun tiba saatnya, pada bulan Agustus 2008. Hohoho....Finally, i got this role. *smirk*

Saya dipasangkan dengan Tita untuk menjadi PJ AK 2 (AK Sido Muncul) yang beranggotakan sekian orang. heu... Tidak terlalu banyak yang saya ingat. Hanya beberapa kepingan saja #tsaaahhh

*Kepingan 1
Kumpul buat bikin name tag. Kalau ga salah di kostannya siapa gitu. Ampe malem terus latihan bareng-bareng. Padahal yel-yelnya juga sederhana banget. Hmmmm....ada yang curhat juga waktu itu (si sipit)

*Kepingan 2
Pas kumpul AK, saya buka buku catetan. Isinya rangkuman biodata anak-anak AK. Pas lihat catetan, eittssss ada yang ultah ternyata, dan udah kelewat 2 hari. heuuuuu.... -.-" (waktu itu ngerasa gagal jadi kakak PJAK yang perhatian). Dia itu Hata Madia Kusumah. Ketua AK 2 yang sering bolos buat ngumpul. Alesannya lantaran dia jadi PJAK juga di MPKMB. Hmm....ajang buat tebar pesona palingan.hehe....
Hmm... Fuji sang PJAK yang baik hati punya ide sederhana buat adiknya yaitu akting marah-marah lantaran HMK datang telat terus (ini kayaknya beneran), dan setelah kasih kode, nanti barengan ama anak-anak AK lainnya ngucapin bareng-bareng "Selamat ulang tahun, Hataaaaaaaa....."

Wooooowww....what a brilliant idea!!!

Eng ing eng, target datang dengan sedikit berlari. Lalu...
F : "Kamu...kok telat terus sih?Tahu ga sih kalau kumpul AK jam berapa mulainya?!"
H : "Maaf teh, soalnya saya juga jadi PJAK buat anak TPB. jadinya saya...."
F : "Alesaaaaan mulu....bla..bla...bla....bla...bla..bla..."
(lantaran udah ga tahan buat udahan aktinya, langsung ngasih kode deh....
F :"temen-temen bilang apa??"
All : "Selamat ulang tahun hataaaaa..."

Ternyata setelah diwawancara setelahnya, beberapa tahun kemudian. HMK juga heran kenapa dimarahi segitunya. Walaupun memang dia ngerasa bersalah, tapi ga nyangka ampe dimarahin segitunya. hehe (maafin yaa..)

*Kepingan 3
Foto bareng. entah ini lagi ngapain. Kalau ga salah waktu itu, tiap AK wajib punya foto keluarga gitu. Ini fotonya. Oiya, ini hari yang sama dengan Kepingan 2

(yang ditutupin mukanya itu sengaja. Alhamdulillah they had covered their aurat)
*Kepingan 4
Fuji sang PJAK ngambeuk dan HMK sang ketua AK mau minta maaf. Akhirnya Fuji sang PJAK minta backingan dari temen dandindunnya. Alhasil HMK diundang buat dateng ke Bateng 69. Markas besarnya dandinduners. hehe...
Saat itu, HMK "dilabrak" ama teh shara, ayun, mila, dan saya. hoho.. tapi emang ya itu HMK,pinter banget balikin omongan kita. Hal yang masih terngiang adalah saat saya dan teman dandindun tanya gini " Kamu dibandingin ama kang *****, lebih sholeh siapa? jawab dari skala 1 sampai 5"
HMK jawab, "Kang ***** nilainya 5, saya 1 teh"
saya dan teman-teman saya, "Baguuuuss, kamu nyadar. wlueee..."
HMK pun nyeletuk.. "Iya teh, soalnya makin kecil skalanya, peringkatnya makin bagus"
dan saya pun geraaaamm waktu itu.. dalam hati, "heuuuuh...ini anak ya..."

*Kepingan 5
Fuji sang PJAK ngambeuk, lantaran dilupain adik-adiknya. Terus, sebagai ungkapan permintaan maaf. Dikasih mug kembaran gitu ama tita. 


Nah, ternyata dari sekian kepingan yang masih saya ingat. Ada kepingan lainnya yang saya lupa dan diingatkan olehnya, yaitu ketika PJAK diminta untuk mengisi biodata kakak angkatan. Ternyata dari situ awalnya dia berani ngebales omongan saya, ngejailin saya balik. Hmm.... lantaran dari biodata itu, dia tahu kalau saya lebih muda dari dia. Katanya, emang dia udah nebak saya lebih muda, soalnya saya bocah abis katanya. heuheu...

Dan ternyata si "dia" itu yang jadi pendamping hidup saya kini dan kelak. InsyaAlloh. Aamiin.

Nanti disambung lagi ya...

Love is like a mystery