Jumat, 04 Juli 2014

Independent is a Must or Not for Women?



Wanita menjadi tidak mandiri setelah punya pasangan, percaya atau tidak? Tapi saya rasa iya. Saya sendiri merasakan hal tersebut. Suatu hari suami pernah menyampaikan keluhannya bahwa saya menjadi manja dan tidak mandiri. Ternyata usut punya usut, suami saya menaruh perhatian pada saya karena sifat saya yang mandiri. Hmm… memang saya ingin menjadi wanita mandiri dan ketika dulu saya memang tidak ingin bergantung pada siapapun. Saya sering merasa malas menanggapi teman-teman wanita saya yang manja, kemana-mana harus diantar pasangan (pacar). Ternyata setelah bersuami, saya baru tahu rasanya. Wanita ingin menjadi makhluk yang dilindungi dan diperlakukan bak putri. Dulu, saya tidak merasa takut untuk berpergian menggunakan bus atau angkot, tapi kemarin-kemarin saya malas untuk menggunakan kendaraan umum. Selalu menuntut untuk diantar suami. Ya Alloh, maafkan hamba. Dengan nikmat yang telah Engkau berikan, hamba menjadi kufur nikmat. Kendaraan yang kami pergunakan hanyalah titipanMu. Bisa saja sedetik ke depan, kendaraan tersebut Engkau ambil dari kami. Maafkan hamba Ya Alloh.  Dan setelah itu, saya tidak lagi ingin memaksakan suami untuk mengantar saya ke kampus atau menjemput saya. Bahkan dua minggu yang lalu saya meminta suami tidak perlu menjemput ke Bogor, soalnya biar ga diburu-buru. Hihihi… Semoga suami tidak marah ya setelah baca postingan ini. Saya hanya bisa pergi ke kampus di hari Sabtu, dan perpustakaan tesis hanya buka sampai jam 4 sore, jadi saya berusaha seoptimal mungkin memanfaatkan waktu. Mulai dari saat ini, saya harus belajar mandiri, karena bagaimanapun saya adalah calon Ibu yang nantinya menjadi pelindung bagi anak-anak yang Alloh titipkan kepada saya dan suami.

Mohon doanya ya blogger, semoga segera Alloh karuniakan anak kepada kami. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar