Wanita menjadi tidak mandiri
setelah punya pasangan, percaya atau tidak? Tapi saya rasa iya. Saya sendiri
merasakan hal tersebut. Suatu hari suami pernah menyampaikan keluhannya bahwa
saya menjadi manja dan tidak mandiri. Ternyata usut punya usut, suami saya
menaruh perhatian pada saya karena sifat saya yang mandiri. Hmm… memang saya
ingin menjadi wanita mandiri dan ketika dulu saya memang tidak ingin bergantung
pada siapapun. Saya sering merasa malas menanggapi teman-teman wanita saya yang
manja, kemana-mana harus diantar pasangan (pacar). Ternyata setelah bersuami,
saya baru tahu rasanya. Wanita ingin menjadi makhluk yang dilindungi dan
diperlakukan bak putri. Dulu, saya tidak merasa takut untuk berpergian
menggunakan bus atau angkot, tapi kemarin-kemarin saya malas untuk menggunakan
kendaraan umum. Selalu menuntut untuk diantar suami. Ya Alloh, maafkan hamba.
Dengan nikmat yang telah Engkau berikan, hamba menjadi kufur nikmat. Kendaraan
yang kami pergunakan hanyalah titipanMu. Bisa saja sedetik ke depan, kendaraan
tersebut Engkau ambil dari kami. Maafkan hamba Ya Alloh. Dan setelah itu, saya tidak lagi ingin
memaksakan suami untuk mengantar saya ke kampus atau menjemput saya. Bahkan dua
minggu yang lalu saya meminta suami tidak perlu menjemput ke Bogor, soalnya
biar ga diburu-buru. Hihihi… Semoga suami tidak marah ya setelah baca postingan
ini. Saya hanya bisa pergi ke kampus di hari Sabtu, dan perpustakaan tesis
hanya buka sampai jam 4 sore, jadi saya berusaha seoptimal mungkin memanfaatkan
waktu. Mulai dari saat ini, saya harus belajar mandiri, karena bagaimanapun
saya adalah calon Ibu yang nantinya menjadi pelindung bagi anak-anak yang Alloh
titipkan kepada saya dan suami.
Mohon doanya ya blogger, semoga
segera Alloh karuniakan anak kepada kami. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar