"Jadi kieu teh,kan tanah disini teh beda-beda kebutuhannya.Ada yang perlu dibanyakin NPK nyah,KCL nyah.Tapi kan disini teh ga ada laboratorium tanah.Harapannya te2h bisa bantu kami."
Sepenggal kalimat tersebut serasa menjadi sebongkah batu yang membebani saya selaku mahasiswa pertanian.
Harapan-harapan akan eksistensi seorang mahasiswa dari institut pertanian kemudian satu per satu terungkap.Mulai dari bagaimana membangun desa yang mereka tinggali ketika mereka ingin bertahan dengan bernaung pada pertanian,sampai dengan bagaimana mereka menyekolahkan anak mereka dengan pertanian. Hati saya bergetar dan bertanya pada diri saya sendiri. "Bagaimana saya bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka para petani?"
Akankah hari ini muncul 1 lagi pengutaraan harapan mereka???
Ya,mahasiswa apabila nantinya jadi pengambil keputusan untuk pertanian,cobalah untuk turun langsung ke lapang.Melihat bagaimana kondisi petani di Indonesia yang sebenarnya.Petani dengan lahan garapan 0,25 ha atau sebutlah petani gurem, penghasilan per hari hanya 8ribu per hari.Itu pun kalau hasilnya maksimal.
Cobalah buat kebijakan yang menguntungkan petani.Jaga harga produk pertanian.Kapan berlaku subsidi untuk hasil pertanian?
(hati kecil saya berkata,"smoga saya bisa melakukan sesuatu untuk petani kelak...Amin."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar