Minggu, 22 Januari 2012

For You, Akhwati Fillah

Karena ku sayang kalian,
tulisan ini ku goreskan....

Memakai jilbab bukanlah sebuah pilihan atas representatif prilaku muslimah,tapi bentuk ketundukan pada Sang Khaliq atas perintah-Nya. Dalam tulisan di blognya sahabat saya "teh tita" disebutkan bahwa pelac*r sekalipun harus menggunakan jilbab,karena itu kewajiban muslimah.

Awalnya saya sependapat ketika orang terdekat saya berpendapat, "Jilbab-in hati dulu, biar nanti pas udah pake jilbab, perilakunya mencerminkan muslimah yang berjilbab"

Tapi,dalam kalimat itu JELAS ada unsur ketidakpastian, sampai kapan hati bisa menjadi baik??? Bukankah hati atau qalbu yang artinya bolak-balik tidak bisa selalu baik. Ada grafik turun naik keimanan dalam hati. Maka dari itu terdapat do'a....

Yaa Muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala diinika" “Ya (Allah) yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu"

Dan sampai kapan menunggu kata SIAP untuk berhijab??? Ada yang berpendapat, "sampai baju muslimnya cukup buat bepergian.."
Adakah jaminan sampai waktu itu tiba,kita masih hidup??? 

Para motivator hebat sering berkata, "If there's a Will, there's a way". Dan Allah memiliki jaminan yang lebih kuat bahwa ketika kita makhluknya mendekat satu langkah, maka Allah akan berlari merangkul kita. Sahabat muslimah,  banyak jalan yang bisa kita temukan apabila niat kita baik. 

Alasan lainnya yang seringkali menjadi "faktor pembatas" untuk para muslimah berhijab adalah ruang gerak berkarir. Banyak perusahaan yang "melarang" pegawai/karyawannya memakai jilbab. SO WHAT??? Yang memberikan rezeki memang siapa? ALLAH. Lalu mengapa kita begitu menggantungkan diri terhadap perusahaan tersebut. Cukuplah kita menggantungkan segala sesuatunya kepada Allah baik itu rizki, jodoh, hidup, dan mati. Karena sesungguhnya hidup kita dalam genggaman-Nya. Dalam QS At-Taubah:129 , Allah berfirman:

 "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung"


Hal lain yang ingin saya bagi dengan Sahabat muslimah adalah meskipun saat ini tengah berkembang pakaian muslimah yang trendy, namun jangan jadikan hal itu sebagai motivasi, melainkan jadikan ketundukan terhadap perintah Allah yang menjadi niat. Innamal a'malu bin niyat. Sesungguhnya setiap amal tergantung niat. Dan apabila ada sahabat muslimah yang memiliki niat awal seperti itu, lekaslah memperbaiki niat hanya karena Allah. 


Sekian Sahabat...
Semoga tulisan ini mencerahkan. Amiin. :)

1 komentar:

  1. tulisan ini menjadi pengingat diri saya sendiri... Semoga kita semua bisa istiqomah di jalan ALLAH...

    BalasHapus