Banyak yang telah mangangkat topic bahwa perenungan memang manjadi suatu proses yang membosankan, tapi di balik itu perenungan bisa menghadirkan suatu pemikiran yang baru. Buktinya, banyak bisnis yang sukses berawal dari sebuah perenungan panjang, proses tobat terkadang menempuh proses perenungan akan apa yang telah diperbuat itu salah atau tidak. Perenungan bisa dihiasi dengan tangisan akan penyesalan tentang apa yang pernah dilakukan, atau mungkin dihiasi tawa bahagia ketika mengingat pancapaian yang telah didapat. Perenungan bisa berupa keterdiaman dalam waktu yang lama atau mungkin proses berkomunikasi dengan diri sendiri (bisa memakai media atau tanpa media, contohnya cermin, foto ,dll). Perenungan bisa berlangsung lama atau bahkan singkat ketika jawaban yang dicari hadir di benak kita begitu cepatnya. Akan tetapi, sejauh mana kita telah menyempatkan waktu untuk melakukan suatu perenungan??? Apakah perenungan hanya menjadi ritual ketika mendapatkan kegagalan atau ketika menemui jalan buntu atau ketika menjelang pergantian tahun???
PS: harapan saya, kalaupun perenungan yang dilakukan temen2 semua pada saat menjelang pergantian tahun, tolong diinget lagi pergantian tahun kapan? Kalau saya sih lebih memilih pergantian tahun menurut identitas diri saya yaitu tahun baru hijriyah.
Selamat merenung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar