“Baby, tangan aku jadi kuning…” komentar suami saat melihat
jarinya yang kuning-kuning bekas kunyit. Yap, tadi pagi kami membuat bekal makan sebelum pergi ke
kantor. Dia membantu saya mengiris bumbu dan sayuran. Menu untuk bekal makan
siang adalah cumi bumbu kunyit. Alhasil dia dapat tanda terimanya. Hehe..
“Maafin aku ya baby, masih banyak kurang jadi istri…”kemudian
suami saya merangkul saya sembari dia tetap menyetir. Memang suami saya tidak
risih bantu-bantu saya di dapur karena dia memang sudah terbiasa membantu mama
iyah (nama mertua saya. red) memasak. Pagi ini bukan pertama kalinya
dia menemani saya di dapur. Kalau saya sedang sakit, dia memasak untuk saya.
Selain itu, banyak teknik memasak yang dia ajarkan. Mulai dari cara membelah
ikan, dan tadi pagi dia mengajarkan caranya mencuci tauge. Memang sederhana,
tetapi tips yang dia ajarkan selalu tepat guna. Alhamdulillah. :)
Saya ingin sekali setiap hari membawakan bekal makan untuknya, dan mungkin karena saya terus menerus minta maaf kepada suami, akhirnya
suami menyarankan untuk saya mempersiapkan bahan masakan untuk satu minggu.
Selama ini, andalan saya adalah Ayam Ungkeb yang saya masak di hari sabtu atau
minggu untuk kemudian saya masukan kulkas dan menjadi persediaan makanan selama
satu minggu. Tetapi hal itu tentunya membosankan. Lalu, masa bekal nasi dan ayam saja?sayurnya?
Jadi dengan sarannya, bumbu-bumbu wajib saat masak
sudah dalam keadaaan standby. Bawang merah sudah dikupas, sayuran sudah dipotong-potong
(dan dicuci tentunya). Itu step awal. Karena menurut suami, mengupas bawang, mencuci
dan memotong sayuran juga memakan waktu. Maka dari itu, untuk mempersingkat
durasi masak dan agar tetap sempat masak di pagi hari sebelum pergi kerja. Solusi
inilah yang kami ambil. Alhamdulillahirobbil ‘alamin, tadi pagi suami saya
sudah memotong-motong sayuran. He is a kind of person who did what he said.
Committed.
Thanks for your help, my lovely. And this morning, we sang
together Enno Lerian’s song
Suami : “Kamu makannya
apa?”
Saya : “Tempe! “
Kemudian hening, “kok berenti nyanyinya???” dan dia
menjawab, “aku tadi cuman nanya aja…hehehe”
Saya melanjutkan menyanyi deh… :D
Ada ayam goreng,
Ada tempe goreng,
semuanya digoreng.
Oseng-oseng..
Sayurnya pilih saja,
semua ada di meja.
Ada sayur bayam, ada
tempe bacem, ada juga sayur kol. à
Ini ga tau bener apa engga. hehe
Masih kecil makan
disuapin, mau mimi mama yang buatin
Sudah besar, harus
bisa bantu mama kerja di rumah…
Duriduridam dam…duriduridam…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar