Selasa, 13 Mei 2014

My Husband & the Kitchen

“Baby, tangan aku jadi kuning…” komentar suami saat melihat jarinya yang kuning-kuning bekas kunyit. Yap, tadi pagi kami membuat bekal makan sebelum pergi ke kantor. Dia membantu saya mengiris bumbu dan sayuran. Menu untuk bekal makan siang adalah cumi bumbu kunyit. Alhasil dia dapat tanda terimanya. Hehe..
“Maafin aku ya baby, masih banyak kurang jadi istri…”kemudian suami saya merangkul saya sembari dia tetap menyetir. Memang suami saya tidak risih bantu-bantu saya di dapur karena dia memang sudah terbiasa membantu mama iyah (nama mertua saya. red) memasak.  Pagi ini bukan pertama kalinya dia menemani saya di dapur. Kalau saya sedang sakit, dia memasak untuk saya. Selain itu, banyak teknik memasak yang dia ajarkan. Mulai dari cara membelah ikan, dan tadi pagi dia mengajarkan caranya mencuci tauge. Memang sederhana, tetapi tips yang dia ajarkan selalu tepat guna. Alhamdulillah. :)
Saya ingin sekali setiap hari membawakan bekal makan untuknya, dan mungkin karena saya terus menerus minta maaf kepada suami, akhirnya suami menyarankan untuk saya mempersiapkan bahan masakan untuk satu minggu. Selama ini, andalan saya adalah Ayam Ungkeb yang saya masak di hari sabtu atau minggu untuk kemudian saya masukan kulkas dan menjadi persediaan makanan selama satu minggu. Tetapi hal itu tentunya membosankan. Lalu, masa bekal nasi dan ayam saja?sayurnya?
Jadi  dengan sarannya, bumbu-bumbu wajib saat masak sudah dalam keadaaan standby. Bawang merah sudah dikupas, sayuran sudah dipotong-potong (dan dicuci tentunya). Itu step awal. Karena menurut suami, mengupas bawang, mencuci dan memotong sayuran juga memakan waktu. Maka dari itu, untuk mempersingkat durasi masak dan agar tetap sempat masak di pagi hari sebelum pergi kerja. Solusi inilah yang kami ambil. Alhamdulillahirobbil ‘alamin, tadi pagi suami saya sudah memotong-motong sayuran. He is a kind of person who did what he said. Committed. 

Thanks for your help, my lovely. And this morning, we sang together Enno Lerian’s song
Suami : “Kamu makannya apa?”
Saya : “Tempe!
Kemudian hening, “kok berenti nyanyinya???” dan dia menjawab, “aku tadi cuman nanya aja…hehehe”
Saya melanjutkan menyanyi deh… :D
Ada ayam goreng,
Ada tempe goreng,
semuanya digoreng. Oseng-oseng..
Sayurnya pilih saja, semua ada di meja.
Ada sayur bayam, ada tempe bacem, ada juga sayur kol. à Ini ga tau bener apa engga. hehe
Masih kecil makan disuapin, mau mimi mama yang buatin
Sudah besar, harus bisa bantu mama kerja di rumah…
Duriduridam dam…duriduridam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar