Kamis, 08 Mei 2014

My Love Story [part 3]

Setelah lama tidak berkomunikasi, akhirnya pada saat dia wisuda. Saya pun menghubunginya.
F: "Selamat ya ta udah jadi Sarjana Ekonomi."
H: " Makasih ya..."
F :"Gimana seleksi BI nya ? Berlanjut kah?"
H : "Engga dilanjut, jadinya nerima yang pasti-pasti aja. Kerja di Sari Husada. Kantornya di daerah Rasuna Said."
F :"Oooh gitu. Teteh juga pindah kerja lho, ke daerah kuningan. Deket halte depkes. "
 
FYI, Pemirsa rasuna said dan kuningan ternyata sama. -.-"
 
H: " Kuningan sama rasuna said kan sama. Aku juga deket gedung depkes. "
F: "Jangan bilang kamu di Cyber 2 tower..."
H : "Iya, aku di lantai 15, kamu?"
F :" Teteh di lantai 35..."
Setelah mengetahui hal itu, saya takut kalau sampai ketemu dengan Hata. Khawatirnya jadi 'kikuk'. Tapi ternyata skenario Alloh bercerita lain. Hata yang saat itu mengikuti program MT (Management Trainee), ditempatkan untuk OJT (On Job Training) di Makassar. Sebelum hata pergi ke Makassar, saya mengirimkan buku sebagai hadiah untuk dia karena saya tidak sempat datang ke wisudanya. Selama dia di Makassar, kami masih berkomunikasi. Hingga akhirnya ada suatu hal yang menyebabkan kami terputus silaturohim beberapa waktu dikarenakan suatu hal (off the record, :) )

Dan pada awal bulan Desember, bukan suatu ungkapan pernyataan rasa suka atau sejenisnya, dia melamar saya. Jelas saja saya kaget. Komentar saya saat itu pun..
" Ngajak nikah itu bukan kayak ngajak main. Nikah itu hal yang serius..."
Dengan mantapnya dia menjawab, " Aku udah minta ijin sama orang tua kok..."
Wahh...saya benar-benar tambah kaget. Namun, saya tidak lantas langsung menerimanya, karena saya tidak mau keliru lagi dalam mengambil keputusan. Hingga akhirnya, setelah proses istikoroh saya pun mantap menerimanya. Proses berjalan begitu cepat. Saya memperkenalkan hata pada keluarga saya dan dia memperkenalkan saya pada keluarganya.

Hata memang pernah datang ke rumah saya, itu pun dulu dengan teman sma saya yang juga menjadi rekan satu organisasi himpunan agribisnis antar universitas, dengan tujuan "numpang makan". hehe... Makanya ketika saya menyebutkan nama hata ke mama saya, komentar mama saya..."Hata yang mana? ", saya menjelaskan..."itu lho ma, yang datang bareng yunia pas mama masak pindang ikan mas.." dan mama saya menutup komentarnya dengan.."Oooo... yang numpang makan itu ya.."
Komentar keluarga saya ketika hata datang ke rumah, secara keseluruhan positif. Alhamdulillah. 
Hingga pada saatnya giliran saya yang mendatangi keluarganya. Saya mendapat jamuan yang hangat dari keluarganya. Alhamdulillah.
Proses persiapan pernikahan kemudian berlanjut,hingga akhirnya lamaran jatuh pada tanggal 17 Maret 2013 yang ditujukan untuk menentukan tanggal pernikahan. Keluarga Hata menginginkan kami menikah tanggal 4 Mei 2013, namun keluarga saya menolak. Karena tentunya sebagai keluarga mempelai wanita yang akan mempersiapkan acara pelaksanaannya. Hingga akhirnya, keluarga Hata setuju dengan tanggal yang keluarga saya tawarkan yaitu 18 Juni 2013.
Biidznillah (dengan izin Alloh), semua gedung full booked. Untuk memesan gedung menurut salon pengantin biasanya sudah dari jauh-jauh hari dipesan, minimal 6 bulan sebelumnya. Haahh? lama banget ya... Karena bagi saya, mempercepat pernikahan adalah lebih baik, untuk menghindari hal-hal yang diharamkan. Dan ketika hampir "desperado", saya coba menanyakan ke pihak gedung yang saya hubungi mengenai apakah tanggal 4 Mei gedungnya kosong. Dan ternyata, alhamdulillah kosong. :)

Akhirnya kami menikah tanggal 4 Mei 2013 di Gedung PLN Sukabumi. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Alhamdulillah.



PS for my husband:

Baby, the full of our love story is still ours and being our privacy, but i think it is not a sinn if i share a part of our love story. hehe... 
Love you my Mr Guava, 
Love you my baby,
Love you ayah, 
Love you Hata Madia Kusumah :* :* :*




Tidak ada komentar:

Posting Komentar