Ketika suatu hal tidak bisa
terealisasi, maka untuk mengetahui solusinya adalah dengan mencari tahu
terlebih dahulu akar permasalahan (root
causes) atau penyebab/alasan yang menyebabkan hal tersebut tidak
terealisasi. Setelah diketahui hal-hal tersebut, maka langkah selanjutnya
adalah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi hal-hal yang menjadi penyebab.
Adapun yang ingin saya realisasikan adalah seluruh muslimah mengenakan hijab. Aamiin.
Dalam hati, saya ingiiiin sekali orang-orang terdekat saya segera berhijab. Aamin. Mulai
dari kakak-kakak saya, teman-teman saya dan muslimah lainnya.
Saya ingin sekali melakukan
survey perihal ini, namun saya khawatir akan menyinggung perasaan orang lain.
Namun berdasarkan hasil perbincangan dengan beberapa orang, ada beberapa hal
yang menjadi latar belakang kenapa sebagian muslimah masih enggan berhijab.
Saya coba share disini ya…
♡
“Hatinya
belum siap…”
♡
“Kelakuan
masih belum bener, mau jilbab-in hati dulu aja…”
♡
”Muka
keliatan bullet kalo pake jilbab….” Atau
♡
”Jadi
keliatan buntet/gendut…”
♡
”Nanti deh
kalo udah nikah…”
♡
”Nanti deh
kalo udah punya anak..”
♡
“Belum
punya banyak baju panjang. Nyicil dulu deh. Mulai dari ngumpulin baju-baju
panjang..”
Dan sejumlah
alasan lainnya.:)
Saya ingin
mencoba menjawab alasan-alasan tersebut.
♥
“Hatinya
belum siap…” – Hati yang memiliki sebutan lain Qalbu memiliki arti bolak
balik,sehingga kondisi qalbu tidak bisa tetap, dan yang menguasai qalbu ini
adalah Alloh swt. Maka bagi muslim dianjurkan untuk tidak henti-hentinya berdoa
meminta ketetapan iman islam kepada Alloh. Adapun do’a yang saya ketahui salah
satunya adalah:
“Yaa muqalibul qulub tsabit qalbi ala diniika
wa tho’atika…” yang artinya Yaa Alloh yang Maha membolak balikan hati,
tetapkan hati ini pada agamu-Mu dan keta’atan pada-Mu.
Jadi, akan tunggu sampai kapan kalau iman dalam hati bisa naik turun???
♥
“Kelakuan
masih belum bener, mau jilbab-in hati dulu aja…”
Hijab itu bukan
untuk muslimah yang sholehah, aktivis lembaga dakwah, anak kiai,tetapi untuk
semua muslimah. Nih, buat lebih lengkapnya coba disimak ya..
“Katakanlah kepada mereka wanita yang
beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
saudara laki-laki mereka, atau putera saudara laki-laki mereka, atau putera
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur:31)
Syaratnya “cukup
beriman”, tidak disebutkan wanita sholehah atau sebagainya. Muslimah yang
mendapat seruan adalah wanita yang beriman. Ketika meyakini Alloh sebagai Tuhan
Sang Pencipta (Yaa Khaliq) atau dengan kata lain beriman kepada Alloh, maka disitulah kewajiban untuk berhijab bagi
seorang muslimah. Tetep ga mau berHIJAB? Yang memberi perintah itu Alloh swt
lho. :)
(Semoga pembaca yang belum berhijab dapat tergerak hatinya)
♥ ”Muka
keliatan bulet kalo pake jilbab….” Atau ”Jadi
keliatan buntet/gendut…”
Dua alasan ini
yang sering menggagalkan muslimah untuk berhijab. Singkatnya muslimah ingin
tetap terlihat cantik dan itu sangaaaaat manusiawi sekali. Wanita mana yang
tidak ingin terlihat cantik? Saya pun ingin terlihat cantik dan menarik (di
depan suami saya). Hmm… Padahal dengan berhijab, sejatinya muslimah akan tetap
terlihat cantik ditambah elegan. Tapi, jangan jadikan cantik sebagai niat untuk
berhijab yaa. Tetap harus niat berhijabnya karena Alloh. Innamal a’malu binniyaah (Semua amal perbuatan tergantung niatnya).
Karena saya sedikit menyayangkan tren hijab jaman sekarang. Bagus sih
sebenarnya tampilan hijab modis,setidaknya menjadi daya tarik bahwa dengan
berhijab tetap cantik dan trendy. Tapi nilai kepatuhan akan cara menutup aurat
yang sesuai menjadi tergeser. Karena jelas-jelas disebutkan bahwa “……Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung
ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…. (QS. An-Nuur: 31)
Yuuk kita
perbaiki cara berhijabnya… Saya juga sedang belajar untuk berhijab syar’i.
♥
”Nanti deh
kalo udah nikah…”
Kalimat ini
sebenernya singkat tapi maknanya dalam sekali lho.Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana nasib
Ayah kita? Ketika ijab Kabul antara Ayah
dan Suami adalah momentum terjadinya pertukaran tanggung jawab dalam hal membimbing
kita dari Ayah ke Suami. Kenapa alasan
sayang dan bakti kepada Ayah tidak
menggerakan hati kita untuk segera berhijab? (semoga dapat menjadi
perenungan)
♥
Nanti deh
kalo udah punya anak..”
Heu….alasan yang
ini paling -.-“
Memang banyak
komentar orang-orang sekitar ketika saya memutuskan untuk berhijab saat
SMA dulu “Ji, kerudungan mah bikin
keliatan tua. Jadi kayak ibu-ibu…” Terima kasih ya Alloh, sudah melindungi
telinga saya, sehingga komentar seperti itu menjadi angin lalu saja bagi saya.
Sehingga alasan
bahwa sebagian muslimah akan berhijab ketika mempunyai anak adalah hal yang
wajar. Kan tanggung saja tuh kalau berhijab saat sudah punya anak, disebut “ibu-ibu”
pun memang sudah “ibu-ibu”. hehe...ada-ada aja yaa...
♥
Dan alasan ini juga yang beberapa kali saya
dengar… “Belum punya banyak baju panjang.
Nyicil dulu deh. Mulai dari ngumpulin baju-baju panjang.. “ à
Tindakan yang saya ambil adalah memberi kerudung atau baju yang sudah
jarang terpakai kepada muslimah yang sudah punya niat berhijab. Padahal kalau
sudah punya niat baik, saya yakiiiiin sekali kalau Alloh akan memberi rizki.
Kalimat penutup dari saya untuk
postingan kali ini adalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar