Usia ayah masih terbilang muda, yaitu 26 tahun. Kami sama-sama berusia yang sama. Entah karena status sebagai ayah atau apa yang membuat dia menjadi super hemat. Sedih deh jadinya. Ayah yang sering dapat baju gratisan dari kantor, jaraaaaang sekali beli pakaian baru, sedangkan ibu dengan judul ingin hijrah untuk berpakaian syar'i menganggarkan setiap bulannya untuk membeli gamis dan hijab baru (dengan persyaratan: one in one out). Kalau bukan ibu yang menganggarkan untuk beli celana jeans atau baju baru sepertinya ayah tidak berniat beli pakaian baru. Mungkin karena dalam pikirannya, keluarga dan kebutuhan rumah tangga yang saat ini menjadi prioritas.
Beberapa waktu ke belakang, Ibu meminta Ayah untuk mengganti HP-nya yang sudah jelek. HP kami memiliki tipe yang sama dan dibeli bersamaan 2 tahun yang lalu pada saat tunjangan akhir tahun 2013. Apa mungkin Ayah khawatir kalau Ibu meminta dibelikan yang baru? Jujur saja ibu tidak berniat beli baru. Toh ibu hanya membutuhkan koneksi yang lancar dan kemudahan untuk instagram-an dan berselancar di dunia maya. Jadi, ga perlu HP yang bagus, tho jarang keluar juga. hihihi...kan sekarang Ibu juga WAHM. Mostly di rumah, ikut komunitas juga yang virtual. Sedangkan Ayah bertemu dengan orang banyak, Ibu merasa HP ayah sudah tidak presentative dengan pekerjaannya. Seringkali ibu berkomentar untuk mendorong keputusan pembalian HP sambil bercanda, "Ayah calon Direktur lho (Aamiin), masa HPnya jelek gitu. hihihi...Kalau ayah ganti HP, HP lamanya kan bisa buat admin Ibu nantinya (Ibu yakin suatu saat bisa mempekerjakan orang lain. Aamiin)" Spontan komentarnya adalah "HP ayah masih bagus kok, ga lemot."
Memang dibandingkan dengan HP Ibu yang kebanyakan aplikasi, kinerja HP ayah jauuuuuh lebih baik dari HP Ibu. Tapi secara fisik, HP Ayah yang sudah bopeng karena pernah ga sengaja Ibu jatuhin ke aspal (hampuraaaa ya yah) dan cat casing yang sudah banyak mengelupas membuat penampilan HP ayah .....(silakan isi sendiri). Ikhtiar Ibu tidak hanya komentar, Ibu mencarikan di situs penjualan untuk memberikan gambaran harga dari smartphone apel digigit, hihihi....harganya sekarang sudah turun, sampai dengan menawarkan "Ayah maunya HP apa, kan banyak pilihannya.."
Tetap saja sampai saat ini, Ayah memilih untuk tetap tidak mengganti HP.
Semoga Alloh mudahkan Ayah untuk menjemput rizki-Nya dan selalu diberkahi Alloh. Aamiin yaa robbal alamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar