Bahagia. Terkadang kita sulit mendefinisikan apa yang menjadi kebahagiaa kita. Uang yang melimpah? Paras yang cantik/tampan? Jabatan yang tinggi? popularitas? Ataukah ?? Apakah benar semua hal itu sumber akan kebahagiaan kita??? Bukankah uang yang kita miliki saat ini tidak kita bawa ke akhirat kelak? Bukankah paras yang cantik/tampan suatu waktu akan berubah menjadikeriput? Apakah jabatan yang tinggi akan bertahan lama? Akankah popularitas yang terkenal membuat diri ini merasa nyaman? Dunia ini tak ubahnya seperti tempat persinggahan ketika kita melakukan perjalanan panjang. Dunia ini begitu singkat untuk kita jadikan tumpuan kebahagiaan. Dunia ini tidak ada harganya, oleh karena itu Allah memberikan kepada siapa saja baik yang beriman dan maupun tidak.
Lalu, bagaimana caranya agar kita BAHAGIA??? Carilah kebahagiaan dari yang menciptakan kebahagiaan yaitu Allah swt. Bahagia yang hakiki adalah konstan. Saya ambil contoh yaitu uang, ketika uang berlimpah, maka kita bersedekah. Dan ketika uang tak ada, maka kita tetap bersyukur. Lalu dimana kita bisa merasakan bahagia? Jawabnya adalah dimana-mana. Bukankah Allah ini selalu dekat dengan kita dimana lebih dekat dari urat leher. Contohnya, di tempat kita bekerja kita bisa bahagia,asalkan dengan bekerja kita makin yakin akan adanya Allah, makin patuh terhadap Allah, maka makin bahagialah kita. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan hatinya, karena dia akan semakin yakin terhadap Allah.
Terdapat beberapa ciri dari orang yang hatinya bersih,yaitu:
<3 Orang yang ikhlas, orang yang patuh kepada Tuhan-Nya dan tidak memerlukan penilaian dari siapapun melainkan hanya Allah. Setiap niat selain Allah itu adalah kemusyrikan, dan kemusyrikan adalah dosa besar. Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang yang berniat selain Allah. Amiin. <3 Orang yang Tawadhu (rendah hati), Allah tidak menyukai kepada orang yang sombong. Karena sesungguhnya kesombongan hanya milik Allah yang menciptakan bumi dan langit beserta isinya. Pantaskah kita seorang makhluk bersikap sombong? Dimana kita masih bisa tetap bernafas pun atas ridlo Allah, bukan atas kehendak kita. Adapun cirri-ciri orang sombong adalah mendustakan kebenaran dan meremehkan orang lain. Ketika kita tawadhu, makin nyamanlah hidup kita,karena hanya penilaian Allah lah yag menjadi perhatian kita. <3 Orang yang Zuhud, yaitu orang yang lebih yakin akan apa yang ada dalam genggaman Allah buka terhadap apa yang dimilikinya. (insyaAllah mengenai zuhud akan saya paparkan di postingan yang akan datang. Tapi musti buka buku An-Nawawi dulu.he..masih cetek banget ilmunya..) Postingan ini merupakan pemaparan ulangdari materi yag disampaikan oleh Aa Gym (istiqlal, 10 April 2011).Mohon maaf apabila terdapat isi yang keliru, ditunggu masukannya ya teman..^^

bagus ceritanya...tp bahasanya msh kaku yak :D
BalasHapus