Selasa, 13 Mei 2014

My Husband & the Kitchen

“Baby, tangan aku jadi kuning…” komentar suami saat melihat jarinya yang kuning-kuning bekas kunyit. Yap, tadi pagi kami membuat bekal makan sebelum pergi ke kantor. Dia membantu saya mengiris bumbu dan sayuran. Menu untuk bekal makan siang adalah cumi bumbu kunyit. Alhasil dia dapat tanda terimanya. Hehe..
“Maafin aku ya baby, masih banyak kurang jadi istri…”kemudian suami saya merangkul saya sembari dia tetap menyetir. Memang suami saya tidak risih bantu-bantu saya di dapur karena dia memang sudah terbiasa membantu mama iyah (nama mertua saya. red) memasak.  Pagi ini bukan pertama kalinya dia menemani saya di dapur. Kalau saya sedang sakit, dia memasak untuk saya. Selain itu, banyak teknik memasak yang dia ajarkan. Mulai dari cara membelah ikan, dan tadi pagi dia mengajarkan caranya mencuci tauge. Memang sederhana, tetapi tips yang dia ajarkan selalu tepat guna. Alhamdulillah. :)
Saya ingin sekali setiap hari membawakan bekal makan untuknya, dan mungkin karena saya terus menerus minta maaf kepada suami, akhirnya suami menyarankan untuk saya mempersiapkan bahan masakan untuk satu minggu. Selama ini, andalan saya adalah Ayam Ungkeb yang saya masak di hari sabtu atau minggu untuk kemudian saya masukan kulkas dan menjadi persediaan makanan selama satu minggu. Tetapi hal itu tentunya membosankan. Lalu, masa bekal nasi dan ayam saja?sayurnya?
Jadi  dengan sarannya, bumbu-bumbu wajib saat masak sudah dalam keadaaan standby. Bawang merah sudah dikupas, sayuran sudah dipotong-potong (dan dicuci tentunya). Itu step awal. Karena menurut suami, mengupas bawang, mencuci dan memotong sayuran juga memakan waktu. Maka dari itu, untuk mempersingkat durasi masak dan agar tetap sempat masak di pagi hari sebelum pergi kerja. Solusi inilah yang kami ambil. Alhamdulillahirobbil ‘alamin, tadi pagi suami saya sudah memotong-motong sayuran. He is a kind of person who did what he said. Committed. 

Thanks for your help, my lovely. And this morning, we sang together Enno Lerian’s song
Suami : “Kamu makannya apa?”
Saya : “Tempe! “
Kemudian hening, “kok berenti nyanyinya???” dan dia menjawab, “aku tadi cuman nanya aja…hehehe”
Saya melanjutkan menyanyi deh… :D
Ada ayam goreng,
Ada tempe goreng,
semuanya digoreng. Oseng-oseng..
Sayurnya pilih saja, semua ada di meja.
Ada sayur bayam, ada tempe bacem, ada juga sayur kol. à Ini ga tau bener apa engga. hehe
Masih kecil makan disuapin, mau mimi mama yang buatin
Sudah besar, harus bisa bantu mama kerja di rumah…
Duriduridam dam…duriduridam…

Kamis, 08 Mei 2014

My Love Story [part 3]

Setelah lama tidak berkomunikasi, akhirnya pada saat dia wisuda. Saya pun menghubunginya.
F: "Selamat ya ta udah jadi Sarjana Ekonomi."
H: " Makasih ya..."
F :"Gimana seleksi BI nya ? Berlanjut kah?"
H : "Engga dilanjut, jadinya nerima yang pasti-pasti aja. Kerja di Sari Husada. Kantornya di daerah Rasuna Said."
F :"Oooh gitu. Teteh juga pindah kerja lho, ke daerah kuningan. Deket halte depkes. "
 
FYI, Pemirsa rasuna said dan kuningan ternyata sama. -.-"
 
H: " Kuningan sama rasuna said kan sama. Aku juga deket gedung depkes. "
F: "Jangan bilang kamu di Cyber 2 tower..."
H : "Iya, aku di lantai 15, kamu?"
F :" Teteh di lantai 35..."
Setelah mengetahui hal itu, saya takut kalau sampai ketemu dengan Hata. Khawatirnya jadi 'kikuk'. Tapi ternyata skenario Alloh bercerita lain. Hata yang saat itu mengikuti program MT (Management Trainee), ditempatkan untuk OJT (On Job Training) di Makassar. Sebelum hata pergi ke Makassar, saya mengirimkan buku sebagai hadiah untuk dia karena saya tidak sempat datang ke wisudanya. Selama dia di Makassar, kami masih berkomunikasi. Hingga akhirnya ada suatu hal yang menyebabkan kami terputus silaturohim beberapa waktu dikarenakan suatu hal (off the record, :) )

Dan pada awal bulan Desember, bukan suatu ungkapan pernyataan rasa suka atau sejenisnya, dia melamar saya. Jelas saja saya kaget. Komentar saya saat itu pun..
" Ngajak nikah itu bukan kayak ngajak main. Nikah itu hal yang serius..."
Dengan mantapnya dia menjawab, " Aku udah minta ijin sama orang tua kok..."
Wahh...saya benar-benar tambah kaget. Namun, saya tidak lantas langsung menerimanya, karena saya tidak mau keliru lagi dalam mengambil keputusan. Hingga akhirnya, setelah proses istikoroh saya pun mantap menerimanya. Proses berjalan begitu cepat. Saya memperkenalkan hata pada keluarga saya dan dia memperkenalkan saya pada keluarganya.

Hata memang pernah datang ke rumah saya, itu pun dulu dengan teman sma saya yang juga menjadi rekan satu organisasi himpunan agribisnis antar universitas, dengan tujuan "numpang makan". hehe... Makanya ketika saya menyebutkan nama hata ke mama saya, komentar mama saya..."Hata yang mana? ", saya menjelaskan..."itu lho ma, yang datang bareng yunia pas mama masak pindang ikan mas.." dan mama saya menutup komentarnya dengan.."Oooo... yang numpang makan itu ya.."
Komentar keluarga saya ketika hata datang ke rumah, secara keseluruhan positif. Alhamdulillah. 
Hingga pada saatnya giliran saya yang mendatangi keluarganya. Saya mendapat jamuan yang hangat dari keluarganya. Alhamdulillah.
Proses persiapan pernikahan kemudian berlanjut,hingga akhirnya lamaran jatuh pada tanggal 17 Maret 2013 yang ditujukan untuk menentukan tanggal pernikahan. Keluarga Hata menginginkan kami menikah tanggal 4 Mei 2013, namun keluarga saya menolak. Karena tentunya sebagai keluarga mempelai wanita yang akan mempersiapkan acara pelaksanaannya. Hingga akhirnya, keluarga Hata setuju dengan tanggal yang keluarga saya tawarkan yaitu 18 Juni 2013.
Biidznillah (dengan izin Alloh), semua gedung full booked. Untuk memesan gedung menurut salon pengantin biasanya sudah dari jauh-jauh hari dipesan, minimal 6 bulan sebelumnya. Haahh? lama banget ya... Karena bagi saya, mempercepat pernikahan adalah lebih baik, untuk menghindari hal-hal yang diharamkan. Dan ketika hampir "desperado", saya coba menanyakan ke pihak gedung yang saya hubungi mengenai apakah tanggal 4 Mei gedungnya kosong. Dan ternyata, alhamdulillah kosong. :)

Akhirnya kami menikah tanggal 4 Mei 2013 di Gedung PLN Sukabumi. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Alhamdulillah.



PS for my husband:

Baby, the full of our love story is still ours and being our privacy, but i think it is not a sinn if i share a part of our love story. hehe... 
Love you my Mr Guava, 
Love you my baby,
Love you ayah, 
Love you Hata Madia Kusumah :* :* :*




Jumat, 02 Mei 2014

My Love Story [Part 2]

Saya lanjutkan lagi ya ceritanya. 

Sebelum masa MPD, nama Hata Madia Kusumah sudah pernah saya dengar, salah satunya dari teman sekelas saya yaitu Emijar Esrianti. 
"Mi, buku-buku tingkat 2 boleh uji pinjemin ke temen TK uji ga? dia masuk agribisnis juga."
dan Emi pun menjawab, "Maaf uji, emi mau kasihin ama adik kelasnya temen Emi. Namanya Hata. Katanya anaknya pinter."
Pantas saja, waktu pembagian kelompok AK kok rasa-rasanya nama Hata familiar banget. Heu...ternyata -.-"

Memang banyak berita "katanya" soal hata selama masa kuliah.
"katanya" yang ke-1
"Katanya Hata itu anaknya pinter ji. IPK dia pas tingkat 1 itu bulat 4.00"--> tanggapan saya "Ooooh...gitu ya"

"katanya" yang ke-2
Teman saya yang namanya Elva, entah kenapa tiba-tiba berkata seperti ini (ketika saya mengunjungi kostan dia)"Ji, kamu masih deket sama Hata?"| tanggapan saya "Ah, gitu aja." Terus kata Elva, "Katanya dia banyak adik kelas yang suka lho  sama dia."| tanggapan saya "Ooh...gitu ya.."

"katanya" yang ke-3
Dan ini yang paling banyak sampai di telinga saya.
"Ji, kayanya hata suka sama kamu ya ji?Dia perhatian banget sama kamu." | tanggapan saya, "Ah, engga. Dia mah katanya baik ama semua orang. kan mengayomi katanya. Lagian kan dia baiknya sebagai adik ke kakak".

Sampai akhirnya dari sekian "katanya" yang saya dengar, berubah jadi saya diciye-ciye-in diisukan kalau Hata suka sama saya. Hmm....naif mungkin. Tapi memang saya tidak terpikir dan tidak mau terpikirkan, karena beberapa katanya juga.

"katanya" yang ke-4
Anak angkatan dia itu hedonism minded, and it was not suitable for me. Sedangkan angkatan saya dikenal academic and organizational minded. Jadi ga cucok lah ya... Emang ga bagus kalau orientasinya angkatan. Mustinya orientasinya departemen, jadi membaur. Kalau angkatan,kecenderungannya egocentric. Andai waktu bisa diputar ke belakang. hehe...Semoga departemen kami lebih solid lagi ke depannya. Aamiin.

"katanya" yang ke-5
Dia suka sama temen sekelasnya. Hmmm... that was not my business, but it was bothering of my mind at that time ( I don't know what the reason)

Sampai akhirnya temen-temen dia yang jadi adik bimbingan saya di SGD (Small Group Discussion) SES-C menyampaikan kalau mereka adalah tim suksesnya Hata. Whaaaatttt? Spontan saya geli bayanginnya dan shock. hehe...kocak aja sih lebih tepatnya. Saking kagetnya, saya langsung cerita dong sama salah satu personil dandinduners yang sangat tidak  pintar menjaga rahasia, sebut saja namanya cantika. Eh, cantika malah langsung nyeletuk ke HMK, "Deuh, yang punya tim sukses..."

Untung waktu itu dengan nada bercanda diiringi tawa yang terbahak-bahak, jadinya percakapan terakhir itu menjadi angin lalu. *selameeeettt*elus-elus dada*

Dengan kesibukan kami masing-masing, yaitu saya aktif di 2 LDF dengan kegiatan mentoring, kepanitian, ikutan lomba karya tulis (meskipun gak lolos.hehe), pembinaan ke ibu-ibu, keputrian, dsb sedangkan dia waktu itu sibuk di himpunan mahasiswa dan saya tidak tahu kegiatan yang lainnya. hehe. Komunikasi kami pun jarang. Paling-paling kalau saya buat status di Facebook, HMK pasti komen. Hal ini juga yang membuat banyak pembicaraan "katanya" tentang kami. Haduuuuhhh...

Saya tidak mau pacaran, dan saya tidak suka diisukan seperti itu. Akhirnya saya jaga jarak. Dan setelah dari sekian "katanya" itu yang menyebabkan saya kalau melihat dia langsung ngibrit  menghindar. Bagusnya saya ilustrasikan kali ya. *brb*sketch* tatattaraaaaaa....
*semoga paham ya dengan ilustrasinya

 
Kalau diingat-ingat kayak jaman anak sekolahan ya, bukan anak kuliahan. Hehe... Kalau akhirnya papasan dan tegur sapa, saya pura-pura ga lihat. Yaaa, memang harus jaga pandangan bukan? Saya akan merasa lega kalau saya sedang bersama dandinduners, jadi tidak terlihat kikuk. Remaja banget ga sih?

 Hal ini berlangsung cukup lama, hingga diselingi beberapa kisah di kehidupan kami masing-masing. And for this, sorry i can not share on my blog.  :)

Okay, sekian. Nanti saya lanjutkan lagi yaaa...

Love is about chemistry. 
And i really like this song..
"L is for the way you look at me..
O is for the Only one I see...
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you adore can...."

Selasa, 29 April 2014

My Love Story [Part 1]

Kamu tahu OSPEK ga? sampai sekarang saya tidak tahu OSPEK itu singkatan dari apa.hehe... Hal yang saya tahu kalau ospek itu masa orientasi buat murid/mahasiswa baru. Nah kalau di IPB disebutnya MPKMB (lupa singkatannya. :D) untuk anak TPB (tingkat Persiapan Baru Bersama), MPF (Masa Perkenalan Fakultas) dan MPD (Masa Perkenalan Departemen) untuk mahasiswa yang naik ke tingkat 2. Hmmmm.... lantaran belum pernah ngospek, saya bertekad untuk jadi PJAK pada saat MPD untuk angkatan di bawah saya. PJAK yang kependekan dari Penanggung jawab Anggota Keluarga adalah sesosok kakak yang baik hati, mengayomi dan ceria. Berlawanan peran dengan Komdis yang merupakan singkatan dari Komisi Displin yang perannya lebih garang, patuh peraturan, dan galak. Sangat kontras sekali bukan??
Dan waktu itu pun tiba saatnya, pada bulan Agustus 2008. Hohoho....Finally, i got this role. *smirk*

Saya dipasangkan dengan Tita untuk menjadi PJ AK 2 (AK Sido Muncul) yang beranggotakan sekian orang. heu... Tidak terlalu banyak yang saya ingat. Hanya beberapa kepingan saja #tsaaahhh

*Kepingan 1
Kumpul buat bikin name tag. Kalau ga salah di kostannya siapa gitu. Ampe malem terus latihan bareng-bareng. Padahal yel-yelnya juga sederhana banget. Hmmmm....ada yang curhat juga waktu itu (si sipit)

*Kepingan 2
Pas kumpul AK, saya buka buku catetan. Isinya rangkuman biodata anak-anak AK. Pas lihat catetan, eittssss ada yang ultah ternyata, dan udah kelewat 2 hari. heuuuuu.... -.-" (waktu itu ngerasa gagal jadi kakak PJAK yang perhatian). Dia itu Hata Madia Kusumah. Ketua AK 2 yang sering bolos buat ngumpul. Alesannya lantaran dia jadi PJAK juga di MPKMB. Hmm....ajang buat tebar pesona palingan.hehe....
Hmm... Fuji sang PJAK yang baik hati punya ide sederhana buat adiknya yaitu akting marah-marah lantaran HMK datang telat terus (ini kayaknya beneran), dan setelah kasih kode, nanti barengan ama anak-anak AK lainnya ngucapin bareng-bareng "Selamat ulang tahun, Hataaaaaaaa....."

Wooooowww....what a brilliant idea!!!

Eng ing eng, target datang dengan sedikit berlari. Lalu...
F : "Kamu...kok telat terus sih?Tahu ga sih kalau kumpul AK jam berapa mulainya?!"
H : "Maaf teh, soalnya saya juga jadi PJAK buat anak TPB. jadinya saya...."
F : "Alesaaaaan mulu....bla..bla...bla....bla...bla..bla..."
(lantaran udah ga tahan buat udahan aktinya, langsung ngasih kode deh....
F :"temen-temen bilang apa??"
All : "Selamat ulang tahun hataaaaa..."

Ternyata setelah diwawancara setelahnya, beberapa tahun kemudian. HMK juga heran kenapa dimarahi segitunya. Walaupun memang dia ngerasa bersalah, tapi ga nyangka ampe dimarahin segitunya. hehe (maafin yaa..)

*Kepingan 3
Foto bareng. entah ini lagi ngapain. Kalau ga salah waktu itu, tiap AK wajib punya foto keluarga gitu. Ini fotonya. Oiya, ini hari yang sama dengan Kepingan 2

(yang ditutupin mukanya itu sengaja. Alhamdulillah they had covered their aurat)
*Kepingan 4
Fuji sang PJAK ngambeuk dan HMK sang ketua AK mau minta maaf. Akhirnya Fuji sang PJAK minta backingan dari temen dandindunnya. Alhasil HMK diundang buat dateng ke Bateng 69. Markas besarnya dandinduners. hehe...
Saat itu, HMK "dilabrak" ama teh shara, ayun, mila, dan saya. hoho.. tapi emang ya itu HMK,pinter banget balikin omongan kita. Hal yang masih terngiang adalah saat saya dan teman dandindun tanya gini " Kamu dibandingin ama kang *****, lebih sholeh siapa? jawab dari skala 1 sampai 5"
HMK jawab, "Kang ***** nilainya 5, saya 1 teh"
saya dan teman-teman saya, "Baguuuuss, kamu nyadar. wlueee..."
HMK pun nyeletuk.. "Iya teh, soalnya makin kecil skalanya, peringkatnya makin bagus"
dan saya pun geraaaamm waktu itu.. dalam hati, "heuuuuh...ini anak ya..."

*Kepingan 5
Fuji sang PJAK ngambeuk, lantaran dilupain adik-adiknya. Terus, sebagai ungkapan permintaan maaf. Dikasih mug kembaran gitu ama tita. 


Nah, ternyata dari sekian kepingan yang masih saya ingat. Ada kepingan lainnya yang saya lupa dan diingatkan olehnya, yaitu ketika PJAK diminta untuk mengisi biodata kakak angkatan. Ternyata dari situ awalnya dia berani ngebales omongan saya, ngejailin saya balik. Hmm.... lantaran dari biodata itu, dia tahu kalau saya lebih muda dari dia. Katanya, emang dia udah nebak saya lebih muda, soalnya saya bocah abis katanya. heuheu...

Dan ternyata si "dia" itu yang jadi pendamping hidup saya kini dan kelak. InsyaAlloh. Aamiin.

Nanti disambung lagi ya...

Love is like a mystery 





 

Jumat, 11 April 2014

Anak adalah Amanah

Siang ini saya makan siang dengan sahabat sholihah saya di kantin Kementrian Imigrasi di Kuningan yang lokasinya dekat dengan kantor kami. Sepulangnya dari kantin, kami menuju Kuningan city. Di perjalanan, sahabat saya menceritakan isi ceramah Ustadz Bachtiar Nasir mengenai peranan seorang Ibu yang dilihatnya di Youtube. Hal yang diceritakannya masih terngiang yaitu anak itu adalah titipan, tetapi malah dititipkan lagi ke pembantu. Padahal sejatinya anak adalah amanah yang harus dijaga. Tantangan di masa depan anak kita akan lebih berat. Tanda-tanda akhir zaman sudah terlihat saat ini dimana para pemimpinnya banyak yang telah zalim. Bagaimana jadinya anak yang dididik pembantu akan menjadi sosok yang tangguh di masa yang akan datang? Rasanya ingin menjerit. Benar, saya pernah berbincang hal ini dengan suami saya. Minimal saya menginginkan anak saya seperti saya bahkan lebih baik dari saya. Tantangan bagi seorang ibu di masa kini dan masa yang akan datang akan lebih berat. Tantangan dimana teknologi akan menjadi sahabat dekat dari anak-anak. Bagaimana cara mengontrol apa yang menjadi tontonan mereka ketika akses informasi begitu terbuka luas? Banyak berita belakangan ini dimana anak remaja melakukan hal yang mencelakakan orang lain hanya karena urusan sepele, zina bahkan aborsi. Saya mengira hal tersebut dikarenakan pengawasan orang tua yang kurang dan remaja tersebut menonton film atau membaca komik yang menceritakan hal tersebut yang akhirnya menjadi tuntunan mereka. Saya tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak-anak saya. Naudzubillahimindzalik.

Saya ingin sekali resign dari pekerjaan saat ini dan melakukan aktivitas lainnya yang masih bisa menyeimbangkan kehidupan saya sebagai seorang istri dan ibu nantinya serta menjadi wanita karir. Banyak teman-teman saya yang sudah memutuskan untuk menjadi truly housewife. Dan saya kagum kepada mereka. Teman-teman saya lebih rajin ikut majlis ta'lim, karena pada hakikatnya ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya sehingga ibu perlu secara terus menerus menimba ilmu agar kelak dapat diajarkan pada anak-anaknya. Ada juga yang menjadi mompreneur. Hal-hal tersebut menjadi inspirasi bagi saya.

Saya meyakinkan pada diri bahwa saya tidak mungkin selamanya menjadi karyawan dan tidak ingin. PR (Pekerjaan Rumah) saya dari bulan yang lalu adalah membuat EXIT PLAN. Semoga malam ini saya bisa menemukan jalan keluarnya.

Yaa Hayyu Yaa Qayyum birohmatika Astagitsu ashlihli sya'ni kullahu wa laa takilni thorfatan 'aini. Aaamiin. 
 

Selasa, 25 Maret 2014

I Have to Commit with My Plan

Awal bulan ini, saya membuat perencanaan yang cukup detail untuk beberapa wishes. Namun, ternyata untuk keinginan yang abstrak waktunya, alhamdulillah bisa terlaksana minggu ini (tepatnya besok). Alhamdulillah.

Adapun yang ingin saya kupas saat ini adalah mengenai target kelulusan saya di bulan Juni 2014. Dengan target di bulan tersebut, saya merencanakan bahwa minimal akhir bulan ini saya harus sudah kolokium. Pada saat membuat time line, memang saya sedikit ragu, karena jadwalnya tidak realistis. Saya harus melakukan penyesuaian kembali atas plan-plan saya, terutama terkait dengan time linenya.
Statusnya untuk proposal saya saat ini adalah saya masih menyusun Bab 1, tepatnya latar belakang dan rumusan permasalahan. Setelah saya menyelesaikan postingan ini, saya akan melanjutkan untuk merapikan tulisan saya kemudian saya kirimkan ke Dosen Pembimbing 2. Saya mau minta pengarahan. Semoga mendapatkan pencerahan setelahnya. Aamiin.

Ya Alloh, tetapkan diri hamba agar selalu yakin dan tak lelah untuk berusaha. Benar memang, nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum tersebut yang berusaha untuk mengubahnya. Yaappp....saya harus komitmen. SEMANGAAAAAAATTTT.,

Sekian yang bisa saya sampaikan.


Cheers!!!

Minggu, 02 Maret 2014

Jadi Muslim JANGAN JOROK!!!



Sabtu kemarin, setelah seharian aktivitas mengikuti kuliah umum seminar, cari bahan di perpustakaan tesis kemudian mengikuti seminar hasil di kampus, saya memutuskan untuk menunggu dan sholat Maghrib di masjid kampus “Al-Ghifari” namanya. Saya sangat kesal sekali melihat kondisi masjid yang sangat kotor. Tulisan ini bukan untuk menyudutkan pihak terkait, tetapi mengajak pihak-pihak terkait dan para sahabat muslim lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam memperbaiki identitas sebagai muslim/muslimah yang baik yang mencintai akan kebersihan. Karena bukankan Kebersihan adalah sebagian dari Iman???
            Sahabat, apakah pantas kamar kecil dan tempat wudhu di masjid dipenuhi dengan sampah, seperti tisu bekas pakai, pembalut, dan hal lainnya yang tidak perlu saya sebutkan. Dan selain itu, bau pesing yang sangat mengganggu indra penciuman. Dan ketika saya naik ke lantai atas tempat sholat wanita, tempat sampahnya terguling dan tentunya sampahnya jadi berserakan. Astaghfirulloh, maafkan hamba yaa Alloh, karena saat itu saya hanya menegakkan kembali tempat sampah itu, bukan merapikannya. Alhamdulillah, akhwat di belakang saya membantu merapikannya. Saya bersyukur saat itu. Akan tetapi, mukenanya sangat bau. Hmmm….bukan wakaf mukena baru solusinya, tetapi manajemen mukena yang lebih baik yaitu cuci secara rutin.
Setelah saya sholat, di bawah tangga saya melihat tempat sampah dengan isinya yang sudah terurai kemana-mana, dan tak jauh dari situ sekumpulan aktivis kampus sedang berdiskusi. Akhwatifillah, kenapa merapikan sisa makananmu begitu sulit??? Isi tempat sampah tersebut sama dengan kotak makanan yang belum dimakan dimana terletak di dekat akhwat-akhwat tersebut. Maaf kalau perkiraan saya keliru. Kalau saya menegur, saya hanya akan emosi dan menjadi manusia TMDL alias Talk More Do Less. Saya kemudian menghampiri suami saya dan mengajaknya berdiskusi (cenderung menggerutu sih…heu).
            “Temenin ketemu DKMnya yuuk! Aku minta uang dong 100ribu aja dulu sama ambil amplop di mobil.”
Suami saya tentu bertanya, “buat apa sayang?”
“Biar mukenanya di-laundry. Bau bangeet. Bukan mukena baru yang dibutuhin masjid, tapi mukena bersih.”
Suami saya tersenyum dan dengan tenang meraih tangan saya untuk menenangkan”Kamu jangan offensive. Nanti yang ada mereka malah tersinggung. Mungkin bukan disitu letak akar permasalahannya. Kamu bicarakan dulu dengan DKMnya secara tenang. Kalau perlu kamu ajak temen-temen kuliah kamu untuk ikut partisipasi. Dengan uang yang lebih banyak, mungkin akan terbentuk perubahan yang lebih baik.”
Ya, benar juga. Suami saya kemudian memberikan ide untuk mengumpulkan teman-teman yang mau berpartisipasi. Saya sudah mulai screening orang-orang yang akan saya mintakan donasi. Hehehe…
Ide dari suami saya adalah:

  1. Beli 2 jenis mukena dengan warna berbeda, misalnya 5 mukena warna dan 5 mukena putih atau intinya buat mukena yang digunakan di masjid menjadi 2 kelompok. 
  2.  Buat jadwal pakai dan cuci mukena, misalnya pada saat minggu 1 mukena warna yang dipakai, dan mukena putih menjadi cadangan. Untuk minggu ke-2 mukena putih yang dipakai dan mukena warna dicuci. Ketika warna mukena tidak sesuai dengan jadwal berarti jadwal mencuci tidak dijalankan lagi. Sederhana dan menurut saya efektif. Hal itu sebagai control bagi para pengurus.


Jujur saya memperkirakan tidak terawat dan kotornya masjid karena tidak ada yang bertanggung jawab akan kebersihan masjid alias tidak adanya petugas kebersihan. Apakah hal ini perlu disampaikan ke Bapak Rektor ya?

Hal ini sangat signifikan berbeda dengan mushola kampus MB yang bersih dan mukenanya dicuci 2 kali dalam seminggu. Saya berharap, MB mau melakukan perawatan masjid kampus “Al-Ghifari” juga. Walaupun mungkin sebenarnya maintenance masjid kampus tidak berada di dalam cakupan tanggung jawab MB.

Buat para sahabat, kakak-kakak, adik-adik, om tante, dan para pembaca yang ingin ikut sumbang saran dan berpartisipasi dengan program perdana yaitu mukena bersih yang saya rancang. Hubungi saya ya melalui email pribadi:

Jazakumulloh khairan kastiro

Mencuri adalah Syirik!!!

Ketika mendengar kata "syirik" yang langsung menjadi top of mind saya adalah segala perbuatan yang mempersekutukan Alloh, yaitu seperti percaya akan ramalan, mendatangi dukun, meyakini tuhan selain Alloh dan hal lain semisalnya. Tidak terbesit sama sekali bahwa perbuatan MENCURI, KORUPSI, dan BERBOHONG adalah perbuatan SYIRIK juga. Saya mulai sadar dan terbuka pikiran akan hal ini ketika mengikuti kajian di salah satu masjid di gedung kantor BUMN. Pada waktu itu, sang Ustadz dengan tegas mengatakan bahwa perbuatan mencuri adalah perbuatan Syirik.
 Mengapa mencuri dan KORUPSI dikategorikan syirik?  karena sang pencuri dan KORUPTOR mempersekutukan Alloh dengan harta yang sejatinya adalah benda mati. Karena sang pencuri dan KORUPTOR takut tidak bisa hidup karena kelaparan. Padahal, Alloh sudah menjamin untuk mencukupkan kebutuhan hamba-hamba-Nya, maka dari itu tidak ada yang perlu ditakutkan ketika bergantung kepada Alloh swt.

Syirik adalah dosa besar, dan balasan akan syirik adalah neraka, semoga kita terhindar dari perbuatan syirik.

"......Bahawasanya, sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya syurga dan tempat kembalinya ialah ke neraka......”(QS. AL-Maidah:72)

Sahabat, cukuplah kita hanya bergantung kepada Alloh:
Yaa Hayyu Yaa Qayyum bi rohmatika astaghits ashlihli sya'ni kullahu wa laa takilni ila nafsi thorfatan 'ayn

Ya Alloh yang Maha Hidup dan Maha berdiri sendiri, tolonglah hamba perbaiki urusan hamba dan jangan serahkan kepada hamba walau sekejap mata. Aamiin yaa robbal 'alamiin.

Bismillahirohmanirrohim. Semua kebenaran bersumber dari Alloh swt dan semua kekhilafan adalah milik saya pribadi. Semoga mencerahkan. 


 Gambar kartun pencurinya nemu di blog gambarnyaaldriana.blogspot.com