Rabu, 19 Februari 2014

I Love You

Hata Madia Kusumah, sosok yang kian hari membuat kagum. Ketika mendampingi dirinya dalam perjalanan, mendengarkan ceritanya, menemaninya saat tidur, banyak hal yang menjadi tanya. Bagaimana kamu bisa begitu sabar, mampu mengontrol emosi, fokus, dan tidak mudah mengeluh. Kebalikan dari hal-hal tersebut adalah yang ku miliki. Malu rasanya, dan merasa tidak pantas mendampingi. Tapi, bukankah ini takdir yang telah menyatukan kita. Dengan sejumlah episode di masa lalu yang telah kita lewati, banyak kemungkinan untuk kita tidak dapat bersama seperti saat ini. Tapi, itulah kuasa Alloh. Kun Fayakun. 4 Mei 2013, kita dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Harapanku saat ini adalah menjadi istrinya yang dirindukan ketika dia di luar rumah, menjadi istri yang menjadi penyejuk matanya (Qurrota A'yun), menjadi wanita hebat di balik kesuksesan dirinya. Dan saat ini, aku masih belajar. Aku harap dia mampu bersabar menghadapi diriku yang kekanak-kanakan, diriku yang egois, diriku yang seringkali tidak fokus.

Would you wait for me? i still need time to be the ideal wife, my lovely hubby.

                                                                                                                                   Love,
                                                                                                                                  
                                                                                                                                   yours

Tidak ada komentar:

Posting Komentar