Selasa, 18 Februari 2014

Sudah pantaskah aku dikatakan mencintaMu?

Dalam perenungan seringkali bertanya, apakah sudah layak dikatakan mencinta? 
Ketika ibadah yang Engkau perintahkan, ku jalani dengan setengah hati...
Ketika banyak amalan yang Engkau sediakan,ku ambil sesuka hati...
Dalam bacaan doa yang aku panjatkan, pikiranku menerawang kesana kemari...
Ya Alloh, maafkan hamba...Ya Alloh, betapa menggunung khilaf dan dosa ini...

Ketika duduk membaca do'a tahiyat, terdapat bacaan Assalamu'alaina ibadillahis sholihiin -Semoga salam tercurah kepada kami dan hamba-hambaMu yang sholeh. Ya Alloh, ketika hamba-Mu yang lainnya duduk membaca doa tersebut, apakah hamba termasuk kepada hamba-hamba yang sholeh tersebut?
Ya Alloh....tak mudah hamba menghitung pahala, karena mungkin hanya seujung kuku, dan lebih-lebih tak dapat hamba menghitung dosa hamba karena mungkin telah menggunung hingga ketika hamba mendongakkan kepala, tak terlihat sampai setinggi apa gunung tersebut.

Ya Alloh, dalam permohonan hamba yang terus berulang, Rabbighfirlii-Ampuni hamba Ya Alloh...
Jadikan hamba mencintaMu lebih dari apapun, jadikan apa yang hamba lakukan hanya untukMu...

Ya Alloh...izinkan hamba mencintaMu..Ya Alloh...izinkan hamba mencintaMu...

Cyber 2 Tower, 10:07 am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar