Minggu, 22 Januari 2012

Tiba-tiba pada 22/01/2012 pkl. 17:31



Mengerjakan sesuatu yang disukai akan membuat kita lupa waktu. Right? Pernah kan Sahabat main game atau menonton serial drama korea atau menonton pertandingan sepak bola sampai dengan larut malam??? Mau besok bangun kesiangan atau tidak, hal tersebut menjadi “soal belakangan”, padahal biasanya “belakangan jadi soal”.hehe...Dampak begadang kan sebenarnya Sahabat sudah bisa membayangkan , sperti bangun kesiangan, lesu, lemah, lunglai, mata kayak abis ditonjok, dan sembelit. (itu curahan hati saya, Sahabat). J

Andai saja waktu untuk berlama-lama seperti itu bisa kita habiskan untuk taddabur Qur’an atau sholat Qiyamul lail semalaman, mungkin kita dapatkan pemahaman yang akan berbuah kekhusyuan*. Materi ini akan coba share dalam postingan selanjutnya.  Jujur, hal ini perenungan untuk diri saya sendiri. Sahabat, tulisan singkat ini sebenarnya untuk pengingat diri saya sendiri. Sedari tadi saya ketak-ketik di blog, saya lupa dengan target hafalan saya. *istigfar.

Semoga melalui tulisan-tulisan saya di blog ini bisa menjadi amal saya, dan bisa menjadi bentuk lain dari da’wah. Aamiin.

ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ  
  

 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan
 mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Senin, 16 Januari 2012

Pelantikan STF - solo bivac edition

Entah saya harus mulai cerita  darimana, soalnya pelantikan STF 8 ini jauuuuh lebih seru dari yang saya bayangkan. Mmmhh..mungkin saya langsung ceritakan tentang solo bivac ya. Mungkin untuk para pecinta alam, solo bivac menjadi hal sangat biasa, tapi kembali lagi, kondisi yang sama akan memiliki kesan yang berbeda bagi setiap orang. Saya terakhir kali berkemah pada sekitar 2 tahun yang lalu, ketika saya gathering dengan mahasiswa penerima beasiswa tanoto. Tapi kemah saya kemarin, jauuuh dari yang namanya rasa nyaman, dan memang hal itu yang menjadi poin penting dari kemah kemarin.

Terkadang tidak cukup hanya membayangkan kondisi berkekurangan orang lain, namun kita juga perlu ikut merasakannya, agar kita bersyukur terhadap kecukupan yang ALLAH berikan. Sesungguhnya hanya ALLAH yang mencukupkan.

Okay, saya deskripsikan dulu apa yang dimaksud dengan "solo bivac". Solo itu sendiri, bivac itu berkemah. jadi solo bivac itu berkemah sendiri. *the end. hehe...okay,back to the topic. Solo bivac itu kita berkemah sendiri, kita bikin tenda pun sendiri, dan menghabiskan waktu pun sendiri.  Tendanya dibuat dari ponco ( jas hujan yang versi kelelawar). hmmm... jauh dari bentuk tenda jaman saya SD. Sayangnya saya ga punya dokumentasi tenda saya, karena saya kemarin tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi, music player, dan alat penunjuk waktu.* Well,sudah mulai terbayangkan? okay, kita lanjut ke paragraf selanjutnya ya. (*deskripsi solo bivac versi saya)

Mulai dengan perjalanan menuju lokasi bivac/tenda. Saya awalnya kaget ternyata kondisi lokasi tiap bivac itu nyungcrut  #eh maksudnya bisa di deket jurang, pojokan pohon, pokoknya ya ga begitu luas alias ngepas buat 1 tenda. Alhamdulillah, lokasi bivac saya kata panitia masuk golongan "elit" alias lega tempatnya. :)
Selanjutnya saya bangun bivac sendiri. Saya mulai dengan mengikat tali tambang di 2 pohon, saya sempat ulang berkali-kali. Hingga akhirnya datang panitia yang mengecek apakah tenda saya sudah berhsail dibangun atau tidak, dan akhirnya saya dibantu untuk mengikatkan tambang ke posisi yang "tepat". Adzan maghrib telah berkumandang dan bivac saya belum selesai dibangun. Panik? jelas. Namun,kepanikan tidak akan membuat bivac saya selesai.Saya mempercepat pendirian bivac saya, tanam patok sini, tanam patok sana. Tabur garam di sekeliling bivac. And finally, my bivac has been ready. :)

Selanjutnya, "SAATNYA SHOLAT!". wudlu saya sudah batal, jadi saya harus wudlu lagi. :) tiba di tenda yang tingginya itu ketika duduk saya harus nunduk agar tidak kejeduk. :D saya bergegas bersiap untuk sholat dalam keadaan duduk. ketika saya sedang merapikan pakaian, saya melihat ada pacet  menempel di tangan kanan saya. Panik? jelas. Tapi saya telah diperingatkan panitia untuk membawa tembakau yang berguna untuk melepaskan pacet yang menempel. Saya segera mengambil botol yang berisi tembakau, sayangnya saya belum SIAP, botol tembakau itu belum saya isi dengan air. Dengan panik, saya mengisi air ke botol tersebut, dan saya siramkan ke pacet di tangan saya. Alhasil tidak lepas juga, dan terasa pacet tersebut memberikan satu gigitan. Kemudian di tengah kepanikan saya ingat teknik yang telah diajarkan yaitu menenggelamkan pacet di botol, jadi saya isi botol tembakau dengan air yang lebih banyak, dan saya tutup pacet tersebut dengan botol yang saya balik, dan kemudian saya geser pacet tersebut agar masuk ke dalam botol, dan alhamdulillah atas ijin Allah pacet itu terlepas dan masuk ke dalam botol. Ibroh atau pelajaran yang bisa saya petik saat itu adalah saya harus SIAP dengan segala kemungkinan yang terjadi. Allah selalu mempunyai rencana untuk kita dan yang perlu kita sadari dan yakini adalah bahwa rencana-NYA adalah yang terbaik untuk kita. Maka kita harus selalu SIAP menjalaninya.

Saya bersihkan darah yang menempel dengan air, dan segera mendirikan sholat isya dan maghrib. Selanjutnya saya makan dengan kondisi saya harus menunduk. Pegal?jelas. Namun, saya ambil poin penting dalam kondisi saya saat itu bahwa saya harus RIDHO dengan kondisi yang saya alami, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah.  

Setelah saya sholat, saya memenuhi kebutuhan fisik saya, Makan. Sesuatu yang sering saya abaikan biasanya, padahal membiarkan lambung perih hingga kondisi sakit maag menyerang, termasuk dalam bentuk zalim terhadap diri sendiri. :( Malam itu saya merenung, mungkin seperti ini rasanya menjadi gelandangan, makan hanya beralaskan tikar, makan dengan lauk seadanya. Kondisi saya malam itu mungkin belum bisa benar-benar merasakan apa yang mereka rasakan, lauk yang disediakan panitia lengkap sayur dan lauk, sedangkan mereka..... Ya Allah, maafkan saya yang sering menzalimi diri sendiri dengan melupakan waktu makan hanya karena alasan "bosan" dengan menu yang ada, padahal di luar sana masih banyak yang memegang erat perut untuk menghangatkan perut agar tidak terlalu terasa rasa perih karena lapar. Ya Allah...dan air mata saya pun mengalir....

Setelah saya makan, saya membuka amplop yang diberikan panitia untuk saya balas. Dalam amplop tersebut berisi 3 kertas, kertas pertama berjudul Doa'ku Harapanku, kertas kedua Janji Hatiku, dan yang ketiga surat dari mamah. Saya baca terlebih dahulu surat dari Mamah, dan air mata saya mengalir deras. Terbayang wajah mamah, bapa....Saya bersyukur bisa dilahirkan dari Mamah...Makasih ya Allah...
Setelah itu, saya mengisi kedua kertas lainnya..(off the record ya :D )


Selanjutnya, saya membaca Al-Quran. Saya melanjutkan bacaan dan dimulai dengan Surat Luqman. Malam itu saya hanya membaca surat Luqman, karena saya sudah tidak kuat menahan sakit pada perut saya.Maka dari itu, saya memutuskan untuk segera tidur agar rasa tersebut bisa mereda..Entah berapa lama saya habiskan untuk membuat diri saya mengantuk. Saya mulai berkomunikasi dengan Allah melalui perenungan saya, saya dekap Al-Quran. Rasa kantuk pun tak juga hinggap. Akhirnya saya mencoba untuk berbaring menghadap langit-langit tenda. Saya dekapkan tangan (seperti saat bersidekap tangan membaca doa iftitah), dan lampu senter saya pun mati. Saya mengeluh saat itu, "Katanya batre alk*line tahan lama, eh mati juga". Saya sadari, "Astaghfirullahaladzim..". Bagi Allah semuanya mungkin, mengapa saya menyandarkan diri terhadap benda mati. Bagi Allah semuanya mudah. Dalam GELAP, saya merenung.."Mungkin seperti ini, kondisi di alam kubur. Gelap. Ya Allah...kalaupun aku meninggal disini, izinkan aku untuk menjadi pemberat timbangan amal orang tuaku, mereka orang tua yang baik yang membesarkan diriku sampai saat ini. Jadikan aku mati dalam keadaan husnul khotimah. Ya Allah, semua mudah bagiMu."


Saya akhirnya terlelap dan terbangun ketika panitia memberi tahu bahwa sudah pukul 1. Setelah itu saya turun   ke kemah sahabat STF yang terdekat yaitu Mbak Nuning. Saya kemudian dibantu untuk berwudlu, dan kami kembali ke bivac masing-masing melanjutkan untuk berkholwat dengan Allah. Sungguh, pada malam itu saya merasakan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya penolong, satu-satunya yang selalu mengawasi,dan menjaga makhluk-Nya. Saya bersyukur bisa menghirup udara pada saat sepertiga malam, semua karena izin Allah. Dan semoga rasa syukur itu bisa selalu saya lakukan baik dalam keadaan senang maupun sedih. Syukur saat diberikan kelimpahan, dan bersabar ketika diberikan keterbatasan. 


Sekian ibroh yang bisa saya bagi. Moga-moga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.Satu hal yang perlu diyakini, bahwa Allah akan selalu menemani, tak perlu cemas,takut, atau bergantung kepada hal lain selain Allah. Allah yang memberikan ujian, maka sudah selayaknya kita meminta jawaban kepada Sang Pencipta ujian tersebut yaitu Allah swt. Jadi kita InsyaAllah pasti bisa melewati ritme kehidupan yang turun naik. Amiin. Seperti dalam QS. Ath-Thalaq: 2-3.


"...........Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " (Ath-Thalaq: 2-3)




Blogging teruuuusss!!! moga-moga postingannya manfaat.
Oiya,mu share dikit nih futu-futu. :D 


"Hmmm....katanya ga boleh megang hp?" " kan abis pelantikan. :D" #monolog
                                                      -bersama sahabat STF 8 (akhwat)-




*ih woooww...AGUN (anak gunung) yang ANGGUN kan?? bawaan berat tapi nyengiiir teruuuusss....





17 Januari 2012




-@FujiLasmini89-








Rabu, 04 Januari 2012

Akad Rahn


Di bawah ini materi tentang Ar-Rahn (gadai). Nah, sekarang coba sahabat cari beberapa kesamaan antara gadai yang diterapkan di pegadaian dan pegadaian syariah. Kalau misalnya gadai itu boleh dilakukan, kenapa muncul pegadaian syariah ketika pegadaian sudah ada…?


Definisi: Menjadikan suatu barang bernilai menjadi jaminan atas hutang sehingga bila hutang terselesaikan barang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.


Menahan suatu barang untuk dijadikan jaminan dalam pengambilan hutang kepada seseorang agar menjadi landasan yang kuat dalam pemberian hutang dan sebagai tanda kesungguhan.


Seseorang menyerahkan barang kepada pemberi hutang sebagai jaminan atas hutang yang diberikan kepadanya


Landasan
Hadist Nabi riwayat Bukhari dan Muslim dari A’isyah, Ia berkata:
اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَّلَمَ اشْتَرَى طَعَمًا مِنْ يَهُدِيٌ اِلىَ اَجَلٍ وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِْيدٍ
“ Sesungguhnya Rasulullah saw pernah membeli makanan dengan berhutang dari seorang Yahudi, dan Nabi mengggadaikansebuah baju besi kepadanya.” 
Hadist riwayat Syafi’Islam, Daruquthni dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah:
لاَ يُغْلَقُ الَّرهْنُ مِنْ صَاحِبِهِ الَّذِي َرهَنُهُ, لَهُ غُرْمُهُ
“ Tidak terlepas kepemilikan gadai dari pemilik yang menggadaikannya. Ia memperoleh manfaat dan resikonya.” 
Rukun 

1. Kedua orang yang berakad (Mutaaqidain)
2. Hutang (ad-Dain)
3. Barang yang digadaikan (Marhun)


Syarat

1. Kedua orang yang berakad
a. Orang yang berakal
b. Baligh
2. Hutang
a. Hutang dalam tanggungan
b. Ada sebab yang membuat berhutang
c. Hutang lebih kecil dari yang dijaminkan 
d. . . . . . 
3. Barang yang digadaikan
a. Memungkinkan barang mudah untuk dijual
b. Barang tidak rusak (tahan lama)
c. Barang itu mempunyai nilai atau bermanfaat
d. Baqrang harus diserahkan ke penerima gadai

Batal Rahn
1. Apabila barang kembali ketangan Penggadai dengan persetujuan penerima gadai
2. Terselesaikannya hutang

Permasalahan
1. Pemanfaatan barang gadaian
2. Apabila penggadai tidak mampu membayar hutang
3. Bila penggadai meninggal dunia
Jawaban Permasalah
1. Penerima gadai (murtahin) memanfaatkan gadaian, namun bila barang gadaian memerlukan pemeliharaan yang mengakibatkan adanta pengeluaran biaya sebagai konselkuensinya penerima gadaia boleh memanfaatkan barang tersebut. (Fikih Sunnah 12 hal 153) dan bila barang gadaian itu menghasilkan sesuatu misalkan ternak yang menghasilkan anaknya maka ini menjadi milik si penggadai.
2. Barang gadaian tersebut dijual. Bila hasil penjualan melebihi hutang penggadai, maka kelebihan tersebut harus dikembalikan kepada penggadaia. Demikian pula sebaliknya bila nilai penjualan lebih kecil dari hutang, maka penggadai bertanggungjawab dalam arti harus membayar kekurangan hutangnya tersebut. (dalil Fikih Sunnah jil 12)
3. Bila penggadai meninggal, maka hutang tersebut menjadi tanggungan ahli warisnya dan permasalah tidak berubah hanya berubah kepemilikan hutang dari penggadai kepada ahli waris.


materi ini didapatkan dari teman saya yang ada di tazkia

Senin, 02 Januari 2012

Syahadat Kita



Berapa kali lafadzkan kalimat syahadat, namun di antara itu berapa kali kalimat syahadat yang kita maknai???


Sesungguhnya ni'mat yang paling berharga adalah ni'mat iman islam. Saya mencoba memaparkan materi dari Ustadz @salimafillah pada saat majelis MQS DT di masjid BI beberapa hari yang lalu mengenai “Syahadat Kita”


Kalimat syahadat  bisa kita dikaitkan dengan 5 hal yaitu:


1. Ilmu

Ilmuilah kalimat syahadat 'laa ilaha ilallah' tiada ilah selain Allah. Sesungguhnya ketika iman diikat dengan ilmu,maka akan membuahkan pemahaman, sehingga keimanan itu terhujam dalam hati. Bukankah Allah mewahyukan Al-Quran untuk pertama kalinya dengan kata 'IQRA!'. Hal ini menunjukkan bahwa mengimani Allah harus dengan ilmu,agar berbuah pemahaman. 


2. Perpisahan

Berpisah dengan sesuatu yang nyaman karena اَللّه dengan tujuan untuk berhijrah,maka sesungguhnya nanti akan dipertemukan dengan kenyamanan yg lebih hakiki. Hal ini banyak dicontohkan oleh sahabat Rosul yang rela melepaskan keduniawiannya termasuk orang tuanya sendiri, demi mempertahankan keimanan kepada اَللّه swt.


Kisah yang dapat memberikan gambaran mengenai hal ini adalah kisah sahabat Rosulullah Mushab bin Umair. Beliau merupakan seorang pemuda tampan yang tumbuh dari keluarga yang bercukupan dan kaya raya. Baju yang ia kenakan sehari-hari adalah sebaik-baik baju yang ada di masanya. Akhlak dan tutur kata yang lembut dan kedudukannya yang terpandang, menjadikan beliau sebagai pemuda idaman. Cahaya Islam yang menyentuh hatinya, yang menghujam di hatinya, menjadikan ia rela untuk meninggalkan segala hal duniawi yang ia miliki. Ia diusir oleh orang tuanya yang telah membesarkannya ketika mereka mengetahui bahwa anak mereka telah berhijrah ke Islam. 


Ketika Mush'ab Bin 'Umair datang ke madinah selepas hijrah dari habasyah, berubahlah kondisinya. Ia bukan Mush'ab yang dulu lagi. Dulu ia selalu memakai pakaian mewah yang mengundang kekaguman orang lain. Tetapi sekarang ia memakai pakaian yang sederhana. Dulu ia seorang yang memiliki rambut terawat dan selalu memakai minyak rambut, tetapi sekarang rambutnya biasa saja.Dulu ia seorang pemuda yang memiliki kulit yang halus dan lembut, tapi sekarang kulitnya menjadi tebal dan kasar seperti sisik ular.

Sahabat Nabi, Abdurrahman Bin Auf ra menangis ketika mengingat Mush'ab Bin 'Umair. Imam Bukhari meriwayatkan bahwasanya Abdurrahman Bin Auf pernah disajikan makanan dan ketika itu ia sedang berpuasa (nafilah), ia pun berkata, "Mush'ab Bin 'Umair terbunuh dalam Perang Uhud, padahal ia lebih baik dariku, ia dikafani dengan sehelai kain burdah yang bila ditutup kepalanya, tampaklah kakinya dan apabila ditutup kainnya, tampaklah kepalanya." Kemudian ia pun menangis dan meninggalkan makanan yang sudah dihidangkan untuknya.

Demikianlah keadaan Mush'ab Bin 'Umair di dunia, tapi meskipun begitu, ia tetap meninggal dalam keadaan mulia. Sudahkah kita rela meninggalkan kenyamanan duniawi untuk mengejar kenyamanan yang hakiki yaitu kenyamanan ukhrowi?


3.Kebersamaan

Sesungguhnya اَللّه selalu bersama kita. Kebersamaan dengan اَللّه akan membuahkan ketenangan. Banyak kisah yang menunjukkan bahwa yakin akan keberadaan اَللّه selalu bersama kita, maka اَللّه akan memberikan pertolongannya. Kisah yang mungkin kita semua sudah ketahui adalah kala اَللّه memerintahkan Nabi Ibrohim as untuk meninggalkan istri dan anaknya ddi padang pasir yang tandus. Siti hajar pun bertanya kepada Nabi Ibrohim as, "kenapa engkau tega meninggalkan kami?". Nabi Ibrohim pun tak kuasa untuk menjawab,dan hanya menghela nafas. Siti hajar bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama, dan ia dapatkan respon yang sama pula. Lalu siti hajar bertanya kembali "apakah ini perintah اَللّه ?", dan nabi Ibrohim menjawab "ya..." Siti hajar pun akhirnya merelakan suaminya untuk meninggalkan dia dan ismail di padang pasir. Siti hajar yakin bahwa اَللّه sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan kami(siti hajar dan ismail as). اَللّه meletakan pertolongan ketika kita berikhtiar, contohnya terdapat pada kisah siti hajar kala itu yang mencari mata air hingga 7 kali balikan dr sofa-marwah,dan اَللّه pancarkan air di bawah sang bayi (ismail as). اَللّه tak mungkin lari dari kita kala kita telah berikhtiar,yang ada seringkali kita mencari pertolongan pada selain Allah.


4. Perlombaan

Kehidupan di dunia ini ibarat ujian yang diberikan اَللّه untuk menyeleksi /melihat mana yang terbaik amalnya. Dalam surat Al-Baqarah:148 Kita manusia diperintahkan oleh اَللّه untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau yang dikenal dengan fastabiqul khairat. Kisah yang menggambarkan bahwa kita diperbolehkan untuk bersaing dalam mengerjakan kebaikan adalah kisah Abu bakar yang amalannya tak pernah absen dari amalan setelah subuh, dan tidak ada Sahabat Rosulullah yang dapat mengalahkan amalan yang dikerjakan oleh Abu Bakar. Namun,hal tersebut menyulut Umar bin Khatab untuk mengejar atau berlomba untuk mengalahkan amalan Abu Bakar. 


5. Da'wah

Mengajak kebaikan kepada orang sebanyak mungkin. Karena dengan da'wah yang benar akan ikut memperbaiki diri sendiri. Dalam surat Al-Ashr:3 disebutkan bahwa orang yang beruntung adalah orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesebaran. Semoga kita termasuk di dalamnya.


Sekian yang bisa saya share pada postingan kali ini. Semoga manfaat. Segala sesuatu yang benar datangnya dari ALLAH, dan kekhilafan bersumber dari saya sendiri.


Kamis, 19 Mei 2011

Pengalaman pertama…

Yapp…selasa kemarin, untuk pertama kalinya saya ke museum nasional. SENDIRI. Kakak saya bilang, “aneh, jalan-jalan koq sendiri?”. Beginilah saya. Saya udah lama mengidap yang namanya penyakit “linglung”. Yap…penyakit dimana saya kadang-kadang ngerasa bingung dengan apa yang ingin saya kerjakan. Jadi saya sering jalan sendiri, dan mungkin orang yang ngeliat saya di jalanan akan melihat betapa kusutnya wajah saya.hehe...

Nah,selasa kemarin sebagai upaya untuk menghilangkan kelinglungan saya hari itu, tiba-tiba saya ingin jalan-jalan ke museum. Saya teringat dengan teman kuliah saya yang pernah mengunjungi Galeri Nasional Indonesia (GNI). Nah,akhirnya saya memutuskan untuk kesana. Dan saya pun akhirnya meluncur ke gambir. Soalnya GNI itu memang tepat di depan Gambir.
Sebenarnya saya biasa menghilangkan penyakit linglung dengan cara jalan-jalan ke mall. Tapi saya sudah hapal endingnya. Saya pulang dengan membawa belanjaan, dan ketika membuka kantong belanjaan saya akan meratapi isi dompet yang kian menipis. Jujur, saya termasuk tipikal orang yang “ngga tega “ buat ga belanja kalau penjualnya ramah. Makanya saya lebih milih ke museum. Palingan cuman keluar uang buat ongkos ama makan.

Setibanya di gambir sekitar pukul 12.10 wib saya mengisi perut di restoran padang. Setelah itu saya sudah lebih siap untuk “berbolang ria” . Ada beberapa tips yang mau saya share nih buat para pembaca (alaaahh…lebay amat) tentang berbolang yang benar. Karena dari perjalanan kemarin, saya mendapatkan pelajaran yang cukup berharga .

1. Tempat Tujuan
Sebelum kalian berpergian kalian tahu tempat yang mau kalian tuju. Seperti saya kemarin, saya Tanya-tanya dulu sama temen saya. Tapi kan sekarang udah eranya “googling”,jadi internet bisa jadi cara buat nyari tau juga. Buat yang berniat ke GNI,kalau kalian berangkat menggunakan transjakarta,cukup mudah koq. Saya kemarin berangkat dari shelter lebak bulus,terus transit di harmoni, terus naik yang ke arah pulogadung dan turun di shelter Gambir 2. Nah,buat yang dari shelter lainnya Tanya aja ke petugas transjaknya.OK!
Ada saran lagi nih…lokasi GNI kan ada di depan Gambir ,berarti musti nyebrang dong? Nah,di depan GNI ada jembatan penyebrangan,sebaiknya kalian nyebrang pake versi ngelanggar aja deh. Pengalaman saya, jembatan penyebrangan itu ga ada tutupnya, jadi pas saya kemarin nyebrang, setengah badan saya terlihat (ngerti kan makusdnya? jadi jembatan ini tuh ga kayak yang suka ada di shelter busway gitu..). Baut di jembatan banyak yang udah lepas, dan jembatannya kayak udah tua gitu,banyak karatan. I felt I was not safe on that bridge..huhu.

2. Apa yang mau dicari?
Nah,kemarin pas saya berniat ke GNI, saya mau lihat seni lukis, pahat, patung, dsb. Ternyata sedang “RENOVASI”. Jadi,cari tau dulu tempat yang dituju buka atau engga. Dan akhirnya saya mengalihkan tujuan ke MUSNAS. Dan di musnas, saya ga tau apa yang bisa saya lihat. Ternyata hanya diorama 2 sisi. Kan seru kalau ada patungnya,jadi bisa foto-foto gitu.

3. Kamera??? Action
Sebenarnya yang kalian butuhin kalo lagi jalan-jalan adalah kamera. WHY? Soalnya banyak objek yang bisa dijadiin background buat kita kalau mau foto-foto. Bener ga? (ketauan banget agaknya saya narsis. :-P ). Selain itu dengan kamera kalian bisa mengabadikan suasana tempat yang kalian kunjungi. 

4. Kipas,tisu,kaca mata,payung,minuman.
Kipas berguna kalau ternyata cuaca lagi panaaasss pooollll. Tisu yah bisa buat ngelap keringet, bersihin tangan (sepertinya tidak perlu saya jabarkan..  )

5. Bawa uang secukupnya
Yapp…kalian lebih baik bawa uang secukupnya. Cukup buat ongkos,cukup buat beli makan, cukup buat jaga-jaga (?). Kalau berniat beli oleh-oleh, pastikan yang kalian beli emang barang yang unik bin langka alias emang yang jadi ciri khas lokasi yang kalian kunjungin. Kalo kayak kaos sih banyak ya boo..jadi mending kayak ukiran, atau kerajinan tangan unik lainnya. Dan yang saya sarankan sih, beli oleh-oleh yang inedible alias ga bisa dimakan,jadi bisa long lasting dan bisa jadi bukti kalau kalian pernah berbolang ke tempat “oleh-oleh” itu berasal. Huhuu..jadi terharu..

Sekian tips dari saya yang sebenarnya kalian sudah banyak yang tau. Namanya juga pengen nulis. Hehe..
ok, sampai ketemu di tulisan saya yang selanjutnya ya…

Ada yang kurang ga sih? "Adaaaaaaa......"
Apa ya? "Dokumentasiiii..."
Yap, kok bisa sehati gini ya...Saya share ya sahabat dokumentasi saya selama ngebolang. :)




ga saya rotate..sengaja...:D

Senin, 11 April 2011

Ku inginkan bahagia

Setiap orang punya pandangan masing-masing dalam mendefinisikan “BAHAGIA”. Mungkin ada yang merasa bahagia ketika dia punya jabatan yang tinggi, wajah yang rupawan, atau harta yang melimpah. Namun, apakah benar hal-hal tersebut mampu membuat kita bahagia???
Yuuk sama-sama kita menguraikan arti bahagia yang sesungguhnya…
Saya mencoba mengilustrasikannya dalam beberapa cerita. Ada orang yang merasa yakin bahwa dia akan merasa bahagia ketika menjabat pada sebuah kedudukann yang tinggi, misalnya menjadi seorang Gubernur. Dalam mewujudkan kebahagiaan yang diimpikannya, orang tersebut berupaya dengan berbagai cara, bahkan dengan cara kotor sekalipun. Ketika melihat kembali kepada peraturan yang ada, dia jelas dapat gagal total menjadi seorang gubernur. Sampai akhirnya dia menjabat menjadi seorang Gubernnur, dia merasa ketakutan akan sewaktu-waktu dia tidak lagi menduduki jabatan tersebut. kegelisahan dan ketakutannya menjadi mimpi buruk bagi orang tersebut sekalipun orang tersebut dalam keadaan terjaga. Apakah ini yang dinamakan bahagia?
Ilustrasi yang kedua saya akan gambarkan dengan cara yang berbeda ya. Hehe…
Ada wanita rupawan yang disukai banyak orang. Penampilan menjadi concern utamanya. Setiap hari selalu saja ada yang ditakutkan. Misalnya, “Duh, ada jerawat. Gimana niy? Wah, di idung lagi. Masih mending kalo di jidat masih bisa ditutupin pake poni, lha ini di idung. Masa musti pake masker. Aduuuh….gimana ni? Mana ada acara reunian lagi, tapi kalo ketemu temen-temen kan malu. Mending ga usah pergi aja deh, padahal kangen sebenernya pengen ketemu.” Nah, apakah itu dapat dikatakan bahagia? Buktinya aja Blackout ampe ngeluarin single hits resiko orang cantik, berarti ga jamin bakal bahagia kan? Kata salah seorang ustadz pernah menyampaikan, “jangan sampai khawatir akan tumbuh jerawat, dibanding tumbuh dosa! Naudzubillah…”
Berdasarkan materi yang pernah saya dapatkan. Kebahagiaan nisacaya kan kita rasakan ketika hati yakin dan istiqomah patuh terhadap Allah. Dimana keyakinan itu datangnya dari Qalbun Salim. Bersihnya hati akan kita dapatkan ketika kita menjauhkan hati kita dari hal-hal yang dapat membuatnya kotor. Ibaratnya seperti gelas kristal yang begitu berharga, kita inginkan gelas kristal tersebut tetap berkilau. Dalam menjaga kemilaunya, kita selalu membersihkannya dari debu yang menempel, menjauhkan gelas Kristal tersebut dari hal-hal yang dapat membuatnya menjadi kotor. Seperti itulah kita menjaga hati kita. Ketika suatu perbuatan atau hal dapat membuat hati kita menjadi bersih dan terjaga kemilaunya, maka jangan ragu untuk mendekatkan diri dengan hal tersebut. Sebaliknya, ketika dengan mendekatkan diri terhadap suatu perbuatan atau hal tersebut, hati kita menjadi kotor, maka jauhilah.
Semoga kita dapat menjaga hati kita dan menjadikannya Qalbun Salim, hingga akhirnya BAHAGIA pun kita dapatkan. Amiin.

A2-182 :)

Teringat hal konyol yang saya lakukan pasca gempa 3 tahun yang lalu ketika saya masih di asrama tpb. Teman-teman sekamar saya bergesa-gesa untuk membawa barang penting yang perlu diselamatkan seperti dompet, ijazah sma, dan barang berharga lainnya. Saya yang merupakan penghuni yang paling bontot alias yang paling muda, seringkali harus mendapatkan bimbingan dalam berbagai hal dari teman sekamar saya sebelum bertindak.
“Ji, buruan bangun! Ambil barang-barang yang kira-kira diperluin! Ayo cepetan!”
Saya kaget ketika itu lampu kamar mati, ternyata memang sedang mati listrik. Hujan dan petir di luar menambah tegang situasi saat itu. Ketika saya sudah “bangun”, saya beranjak untuk mengambil sandal saya. Kemudian ketika saya sudah di dekat pintu, saya berhenti dan “tunggu tunggu, ada yang ketinggalan, Ini penting.” Siba pun menunggu saya.
Saya lekas mengambil beberapa barang yang ada di lemari yang kemudian saya masukkan ke dalam pouch saya. Ketika saya hedak memakai sandal, sangat sulit waktu itu mungkin karena kondisi yang menegangkan. “Duh, susah nih. Nyangkut. Gimana ni?”
Kata Siba, “coba pakenya pelan-pelan”
Saya kaget ketika melihat teman sekamar saya yang lainnya, yaitu Risa. Teman saya Risa merupakan orang yang paling cermat dalam segala hal(yang saya tau ya…). Dia membawa senter, payung dan lain-lain (lupa, abis kan waktu itu lg tegang). Dia rapi banget. Ternyata dia mau pergi les kimia. Bayangin! dia mau pergi les pas lagi tegang2nya tuh situasi. Salut2…
“Sa, ga usah pergi. Pasti diliburin lesnya. Dijamin deh.”
“Gw ga enak ma kakaknya, dia on time soalnya”
Kita bertiga alias didi, siba, dan saya hanya bisa berkata, “Ooooo…..yaudah sa, hati-hati ya”
“Siip,,,gw kan bawa senter.” Jawab risa.
Dalam ati, kagum ma risa. PEMBERANI. Kalau saya sih, cuaca lagi terang benderang aja bisa ga berani jalan sendiri. Hadeuuuuh….harus segera dirubah.
Nah, sampailah kita bertiga dan penghuni sbelah kamar yang suka ngintil si didi di lobi asrama yang dah penuh sama penghuni dari berabagi penjuru asrama. CKckckck…..untung kebagian kursi. Terus sambil menunggu kondisi menjadi stabil, kita pastinya ngobrol2. Saat itu, kondisi benar2 kacau bin ruwet. Ada yang foto-foto, ada yang curhatan seasrama (abis gede banget tuh suara). Nah, kalo kita bahas soal apa yang dibawa.
“Ji, apaan tuh yang dibawa? ngapain sih bawa biskuat ma permen? Bawa apa kek?!” Tanya didi.
“Kan siapa tau ntar ga ada toko yang buka. Trus gimana kalo ntar kelaperan. Nah, makanya bawa permen. Permen kan manis. Nah, manis kan bisa nahan laper.” Seringai senyuman yang entah polos atau kelewat polos yang saya tampilkan. Teman-teman yang lain ternyata menertawai saya. Hhmm…dipikir2 pantes aja gendut, lawong hal pertama yang ada di pikiran pas lagi tegang-tegangnya situasi cuman makanan. Tapi kan bawa makanannya ga cuman buat saya saja. Saya sengaja membawa permen dalam jumlah banyak agar teman-teman juga kebagian. Tapi yasudlah, ini tulisan kan buat mengingat kisah klasik untuk masa depan. Hehe…
Kangen deh ma Risa temen sekamar yang pertama kali kenalan, Siba yang dah married sekarang, ama didi yang suka ngatain ndut n bikin parno. Hahaha…tapi seneng deh jadinya. Banyak belajar dri kalian yang udah senior2. Hoho…(alias tua maksudnya). Hehe…[just kidding].


(klo ada ceritany yg keliru, diingetin ya teman2...maklum anak muda)

Merasakan Kebahagiaan yang Hakiki

Bahagia. Terkadang kita sulit mendefinisikan apa yang menjadi kebahagiaa kita. Uang yang melimpah? Paras yang cantik/tampan? Jabatan yang tinggi? popularitas? Ataukah ?? Apakah benar semua hal itu sumber akan kebahagiaan kita??? Bukankah uang yang kita miliki saat ini tidak kita bawa ke akhirat kelak? Bukankah paras yang cantik/tampan suatu waktu akan berubah menjadikeriput? Apakah jabatan yang tinggi akan bertahan lama? Akankah popularitas yang terkenal membuat diri ini merasa nyaman? Dunia ini tak ubahnya seperti tempat persinggahan ketika kita melakukan perjalanan panjang. Dunia ini begitu singkat untuk kita jadikan tumpuan kebahagiaan. Dunia ini tidak ada harganya, oleh karena itu Allah memberikan kepada siapa saja baik yang beriman dan maupun tidak.
Lalu, bagaimana caranya agar kita BAHAGIA??? Carilah kebahagiaan dari yang menciptakan kebahagiaan yaitu Allah swt. Bahagia yang hakiki adalah konstan. Saya ambil contoh yaitu uang, ketika uang berlimpah, maka kita bersedekah. Dan ketika uang tak ada, maka kita tetap bersyukur. Lalu dimana kita bisa merasakan bahagia? Jawabnya adalah dimana-mana. Bukankah Allah ini selalu dekat dengan kita dimana lebih dekat dari urat leher. Contohnya, di tempat kita bekerja kita bisa bahagia,asalkan dengan bekerja kita makin yakin akan adanya Allah, makin patuh terhadap Allah, maka makin bahagialah kita. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan hatinya, karena dia akan semakin yakin terhadap Allah.
Terdapat beberapa ciri dari orang yang hatinya bersih,yaitu:
<3 Orang yang ikhlas, orang yang patuh kepada Tuhan-Nya dan tidak memerlukan penilaian dari siapapun melainkan hanya Allah. Setiap niat selain Allah itu adalah kemusyrikan, dan kemusyrikan adalah dosa besar. Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang yang berniat selain Allah. Amiin. <3 Orang yang Tawadhu (rendah hati), Allah tidak menyukai kepada orang yang sombong. Karena sesungguhnya kesombongan hanya milik Allah yang menciptakan bumi dan langit beserta isinya. Pantaskah kita seorang makhluk bersikap sombong? Dimana kita masih bisa tetap bernafas pun atas ridlo Allah, bukan atas kehendak kita. Adapun cirri-ciri orang sombong adalah mendustakan kebenaran dan meremehkan orang lain. Ketika kita tawadhu, makin nyamanlah hidup kita,karena hanya penilaian Allah lah yag menjadi perhatian kita. <3 Orang yang Zuhud, yaitu orang yang lebih yakin akan apa yang ada dalam genggaman Allah buka terhadap apa yang dimilikinya. (insyaAllah mengenai zuhud akan saya paparkan di postingan yang akan datang. Tapi musti buka buku An-Nawawi dulu.he..masih cetek banget ilmunya..) Postingan ini merupakan pemaparan ulangdari materi yag disampaikan oleh Aa Gym (istiqlal, 10 April 2011).Mohon maaf apabila terdapat isi yang keliru, ditunggu masukannya ya teman..^^

Minggu, 10 April 2011

Sayang Bapa

Ujang Suryadi, lahir di Sukabumi tanggal 7 September 1950. Usianya saat ini sudah lebih dari 63 tahun. Beliau adalah bapa saya. Kami memiliki banyak kesamaan karakter, pemikiran dan sepertinya lebih banyak perbedaan di antara kami. Buktinya, kami jarang sekali sepakat dalam suatu hal, kalaupun sepakat pastinya tidak luput dari debat dan diskusi panjang. Banyak hal yang bisa dijadikan panutan darinya. Beliau sangat concern dengan yang namanya pendidikan. Beliau sering mendampingi sekaligus mengawasi saya belajar. Saya ingat ketika beliau mengajari saya  hitungan pembagian di muka pintu rumah sore itu, kemudian program wajib belajar selama siaran "Dunia dalam Berita" sewaktu SD dulu. Karena saya belajar di dekat ruang tv, sementara bapa saya menonton berita, saya curi-curi kesempatan untuk menyimak berita juga. Pada saat menginjak SMP dan SMA, saya harus belajar di kamar, padahal tak jarang saya di kamar untuk main hand phone atau mendengarkan walkman. Ketika akhirnya terbongkar bahwa saya malah asik sms-an, ketika saya keluar dari kamar untuk pergi ke kamar mandi, setibanya di kamar hand phone saya hilang dan ternyata disembunyikan oleh bapa saya. Saya mencoba bernegosiasi dengan mama saya agar memberi tahu dimana hp saya disimpan. hehehe. Bentuk persekongkolan dengan mama saya. Lucu dan sekaligus geli mengingatnya. 

Saya sadar, tegasnya bapa saya dalam mendampingi saya belajar adalah untuk kebaikan saya. Dari sejak SD, saya sudah terbiasa untuk belajar pada pagi hari, bangun jam 3 pagi kemudian sholat tahajud dan mengulang yang sudah saya pelajari tadi malam. Karena ketika saya memaksakan untuk belajar sampai dengan larut malam, yang ada kepala saya pening. Dan metode ini memang terbukti efektif. Saya juga diajari oleh bapa saya untuk mencatat dalam catatan ringkas mengenai hal yang telah saya baca. Menurut bapa saya, membaca belum tentu paham, tetapi ketika mampu menuliskannya, paling tidak kita mengingat dan bagusnya lagi adalah paham akan hal yang dipelajari.

Masih seputar dengan pendidikan, ada kalimat bapa yang masih saya ingat sampai saat ini. Ketika itu, saya bingung antara memilih masuk jurusan agribisnis atau gizi masyarakat. Keduanya jurusan favorit di IPB. Dengan sistem yang berlaku saat itu di IPB, apabila kita memilih satu jurusan pada urutan pertama dan apabila tidak diterima pada jurusan tersebut, maka kita bisa terlempar ke jurusan yang kita tempatkan pada urutan ke sekian. Maka dari itu, diperlukan stratagi dimana tidak mungkin menempatkan kedua jurusan yang saya minati pada urutan yang berdekatan. Dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih agribisnis. Saya berkonsultasi dulu dengan bapa saya. Saya merasa bersalah karena saya pernah gagal masuk UN*IP untu k masuk kedokteran, dan sebenarnya agribisnis pun masih asing bagi saya. Namun pada saat itu, bapa saya berujar,
"Kalo jadi dokter, penghasilannya linear. Kalo nambah 1 pasien, ya penghasilannya nambah 1 juga. Tapi beda kalo jadi pengusaha, penghasilannya eksponensial, bisa jadi gede banget, bisa jadi kecil banget.
Sekarang saya paham akan kalimat sederhana itu, menjadi pengusaha berbeda dengan pegawai. Pengusaha berhadapan dengan risiko dan  peluang. Risiko bisa mengecilkan penghasilan dan peluang bisa sebaliknya menjadi pembesar penghasilan. 

Banyak hal yang bisa saya jadikan panutan dari beliau, namun kami seringkali berselisih paham. Ingin rasanya saya ungkapkan bahwa diri ini sayang pada beliau, namun rasanya seakan kelu di lidah. "Pa, uji sayang bapa."

"Ya Allah, ampunilah dosaku,dan dosa kedua orang tuaku. Dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.Amiin."
-sayangmamabapa-

Rabu, 06 April 2011

Kenyamanan Milik Kita Bersama

Selama perjalanan tadi berangkat ke kantor..berkeliaran banyak hal di pikiran saya. Tentunya tentang apa yang ingin saya tulis. Hmmmm...yang masih keingetan ampe sekarang ya soal Jakarta. Kurang lebih hampir 4 minggu saya sudah berteman akrab dengan kemacetan Jakarta. Tidak terbayangkan kalau saya terus berteman dengan kemacetan. Akan timbul multiple effect terhadap saya. (alaahh..lebay.com)
Sejak pagi di Jakarta telah terjadi pemborosan. Bayangkan saja berapa banyak liter bahan bakar minyak kendaraan yang dihabiskan ketika macet. Ada yang berependapat, "ya dimatiin aja mesinnya..." tanggapan saya... "ooh..yeah...(nada nyolot..hehe). Walaupun saya tidak begitu mengerti dengan otomotif,tapi sepertinya baha bakar yang diperlukan untukl starting mesin lebih banyak deh...lagian di Jakarta ini berdasarkan hasil pengamatan saya, ada ruang sedikit untuk maju ya kendaraan tersebut harus maju. Kalau Anda berpikiran untuk menunngu jarak yang sedikit lebih jauh sebelum Anda mencoba untuk maju...bersiap saja untuk mendengar bunyi klakson dan umpatan pengemudi di belakang Anda akan riang berbunyi. Ya jadinya perjalanan Anda dalam kemacetan menjadi...Maju-berenti-maju-berenti...Ya kurang lebih seperti itu.
Kemudian saya mecoba untuk menanggapi fenomena kemudahan kredit motor. Sekarang dengan DP (Down Payment) 500an sudah bisa membawa pulang sebuah sepeda motor. Namun, bukankah hal tersebut menjebak orang untuk menjadi Gharimin?? Ketika kredit motor diberikan kepada orang yang tidak memiliki capability untuk mengkredit. Kan kredit juga perlu dicicil. Kalo tidak mampu, Nah lho...bayar dari mana??? Selain itu mewabahnya kredit motor berdampak pada jumlah motor yang jumlahnya berkali lipat lebih banyak. Saya melihat bahwa kemacetan bukan hanya ditimbulkan oleh sederetan kendaraan beroda empat atau lebih, melainkan motor yang berjejal di sepanjang jalan memiliki andil yang besar timbulnya kemacetan.
Saya mengapresiasi hadirnya kendaraan umum yang disediakan oleh Pemda Jakarta yaitu busway, walaupun untuk menuju kantor saya tidak menggunakan busway melainkan angkot. Pengendara mobil pribadi seringkali berkilah bahwa alasan untuk menggunakan mobilnya adalah agar nyaman walaupun berada dalam kemacetan (Lantaran ada ACnya kali ya, apa hanya sekedar lifestyle saja???). Menurut saya, transjakarta memberikan kenyamanan, akan teapi memang ketika pagi dan sore hati dimana merupakan jadwalnya orang-orang pergi dan pulang kantor, busway menjadi sesak. Akan tetapi, apabila para pemilik kendaraan pribadi ikhlas untuk tidak menggunakan kendaraan pribadinya, bisa saja armada transjakarta kemudian ditambah. Sekarang apabila jumlah armada dan koridor ditambah dengan asumsi pengguna jalan raya tidak berubah maka ruang gerak pengendara mobil akan semakin sempit, dan kemacetan semakin menjadi. Saya membayangkan apabila Jakarta seperrti negara eropa dimana kendaraan pribadi digunakan untuk rekreasi bukan untuk kegiatan rutin seperti berangkat bekerja. Menurut saya, peraturan mengenai kendaraan umum yang layak untuk beroperasi harus diperketat, dan kesadaran dari semua elemen masyarakat mengenai kemacetan harus menjadi concern bersama, bukan hanya membebankan kepada Pemerintah saja.
Mari kita ciptakan kenyamanan di jalan. Jangan jadikan kita menjadi cepat tua hanya karena kemacetan yang terlalu akrab dengan kita!

Selasa, 05 April 2011

BUMI CINTA

Kurang lebih sebulan yang lalu, saya membaca novel Habiburrohman El-Shirazy yang berjudul “BUMI CINTA”. Pada awalnya saya mengira buku ini hanya akan dipenuhi hal terkait dengan cinta. Ternyata, jauh dari dugaan saya.
Novel ini mengisahkan seorang Muslim Indonesia bernama Muhammad Ayyas yang berjuang untuk mempertahankan keimanannya di Rusia yang merupakan Negara dengan pengguna akses internet pornografi terbesar di Dunia. Seks bebas menjadi hal yang tidak tabu disana. Ayyas yang merupakan lulusan Universitas Madinah mendapatkan ujian yang berat ketika harus satu apartemen dengan dua orang wanita yang cantik yaitu Yelena dan Linor. Yelena berprofesi sebagai pelacur kelas atas di Rusia. Banyak pejabat luar negeri bahkan dari Indonesia apabila berkunjung ke Rusia menggunakan jasa Yelena untuk memuaskan kebrutalan nafsu mereka. Sedangkan Linor berprofesi sebagai pemain biola dan wartawan. Profesi lainnya yang berusaha ia tutupi adalah sebagai agen Mossad. Banyak kasus yang telah ia selesaikan. Kebencian ia akan Islam ditanamkan oleh ayahnya yang merupakan agen zionis. Tak hanya dari teman satu apartemennya saja Ayyas diuji oleh Sang Kholiq,Anastasia Pallazo yang menjadi dosen pembimbingnya di Rusia hadir memenuhi kehidupan Ayyas. Tiga wanita tersebut yang kemudian mengisi hari-hari Ayyas dan mendominasi alur cerita dalam novel ini.
Dari ketiga wanita tersebut, entah mengapa saya telah jatuh hati kepada Linor. Padahal dalam novel tersebut digambarkan betapa kejam dan dinginnya wanita tersebut, berbeda dengan Anastasia. Dan ternyata dugaan saya benar. Linor memerankan peran yang penting dan membuat hati saya seakan terkoyak. Rahasia mengenai identitas Linor yang sebenarnya erungkap di akhir cerita. Linor yang nama aslinya Sofia ternyata adalah seorang wanita Palestina yang lahir dari seorang Dokter berdarah Palestina yang kemudian akhir hidupnya harus tewas dibantai oleh Yahudi dalam peristiwa pembantaian Shabra dan Shatila. Hati Linor terkoyak manakala dia menyadari akan betapa kejamnya dia telah membunuh banyak orang yang merupakan Saudaranya sendiri sesama Muslim. Linor merasakan penyesalan yang dalam,hingga akhirnya dia memutuskan untuk mempelajari Islam. Dia menyadari bahwa Agen zionis tidak mungkin melepaskannya, karena kasus pemboman Hotel Metropole yang mencoba mengaitkan Ayyas sebagai pelaku pemboman gagal total. Sejak dari itu, Linor menyadari bahwa maut terus membuntutinya. HIngga suatu malam dia bermimpi bahwa dia harus menemui orang yang memiliki sifat seperti Nabi Yusuf. Dan teringalah dia dengan Ayyas, orang yang ia coba untuk fitnah. Dengan penuh perjuangan akhirnya Linor bisa menemui Ayyas, kemudian Linor menceritakan mengenai identitas aslinya yaitu sofia yang berdarah Palestina. Linor meminta Ayyas untuk menjadikannya istri. Namun Ayyas meminta waktu untuk memikirkannya,dan Linor pun memakluminya. Beberapa saat kemudian ketika Linor meninggalkan Ayyas di apartemennya. Sebuah mobil melaju kencang dan sebuah peluru melesat ke arah jantung Linor. Gamis Linor pun bersimbah darah yang tak hentinya mengalir. Ayyas pun yang melihat kejadian itu dari jendela apartemennya kemudian berlari untuk menolong LInor. Namun akhirnya…...
Novel ini memang unhappy end, namun amat membekas di hati saya. Novel ini saya rekmendasikan untuk dibaca karena banyak pengetahuan yang bisa kita dapatkan. Novel Religius yang sangat jauh berbeda dengan Novel kang Abik yang sebelumnya. Selamat membaca…

Senin, 04 April 2011

Katanya dewasa, koq BOCAH??

Postingan ini masih ada kaitannya ama filosofi..Alaaah…(modal ngeles sebenernya.hehe).
Beberapa teman dekat saya banyak yang mengomentari kenapa saya menggunakan kata bocah untuk blog saya, trus stiker di laptop saya. Kalo di blog kan saya menggunakan nama bocahpunyacerita, kalo di laptop saya menggunakan nggabocah..(yang sering orang baca jadi nagabonar..What??? jauh amiiiirrr boo)
Saya sadar kalo tingkah laku saya terkadang kekanak-kanakan. Mungkin karena saya anak bungsu kali ya…(nyari pembelaan.^^). Namun,saya kurang suka apabila saya dikomentari, “bocah banget sih lw ji??”
Pas jaman sma, saya berteman banyak dengan remaja yang mengklaim dirinya dewasa. Kalimat, “Umur itu mutlak, dewasa itu pilih-pilih…”. Intinya kami menganggap bahwa usia kami yang lebih muda tidak berarti kalau kami belum dewasa dalam bersikap. Intinya sih pembelaan lagi…hehe..Jadi berkumpulah kami dalam komunitas dewasa-ers.(alaaahh…maksa)
Nah,ketika masuk era kuliah, saya (entah teman-teman saya merasakan hal yang sama atau tidak) berhadapan dengan yang katanya lebih dewasa, jadi saya memutuskan untuk menggunakan kata “BOCAH”. Kenapa?? Karena saya ingin menunjukkan “biar gw bocah, tapi gw bisa punya pemikiran yang dewasa. Masa bocah bisa punya pemikiran yang jauh (kaleee…)?”
Makanya saya sepakat dengan “Don’t judge by its cover!”. Tapi penonton, casing saya keliatan tua..huhu..padahal dah aksel nih..ckckckck...mustinya keliatan muda ya.. yasudlah intinya biarin deh saya bocah juga, toh itu kan filosofi saya.#nguatinpembelaanlagi 

What's your HOBBY???

Apa Anda punya hobi? Kapan Anda melakukan hobi tersebut? Pada saat Anda memiliki waktu luang atau sedang dalam kondisi bad mood? Menurut Anda, Hobi itu apa ya?kalau kata mas Wikipedia dengan bantuan mbah google, hobi itu kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi sendiri merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby" Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatakan kesenangan . Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.
Sempat saya ragu, apakah yang saya lakukan termasuk ke dalam hobi atau tidak, karena seingat saya hobi adalah kegiatan yang dilakukan secara rutin. Okelah,sekarang skip this point…!!!
Pernah tidak orang lain mengomentari mengenai hobi Anda? Kalau pengalaman saya, ada yang mengapresiasi secara positif, dan ada juga sebaliknya. Hobi saya adalah merajut, menyulam, dan cari masjid. Tanggapan orang lain mengenai hobi merajut dan meyulam beragam, ada yang mengomentari dengan, “Wah, cewe banget sih lw…Ajarin dong!!! (please deh, there’s nothing free in this world…hwehe..*bt mode on kalo yg diajarin susaaaah banget bisanya..Soalny merajut sudah saya lakukan sejak dari jaman SD.hehe..mustinya eke maklumin ya cinn…^^). Ada juga yang komentar, “Wah, kayak nenek banget sih lw ji…”. Dalam hati, “What??? Lw piker cuman nenek-nenek doang yang boleh kayak ginian???” *cuman bisa ngedumel dalam ati sebenernya…^^). Nah, Klo hobi nyari masjid, itu rata-rata ga ada yang kagum, kata orang aneh katanya. Pengennya setiap kali saya berkunjung ke suatu kota yang baru pertama kali saya kunjungi, saya ingin mengunjungi masjid yang bersejarah atau terkenal di daerah tersebut. Saya punya filosofi sendiri mengenai hobi saya yang satu ini. Toh, ga ada yang salah mengenai filosofi, yang ada hanya perbedaan sudut pandang. Saya menganggap bahwa hobi saya ini untuk melihat bagaimana Islam menyukai akan keindahan. Bagaimana Muslim dengan sedemikian rupanya membangun sebuah Masjid yang merupakan Rumah Allah. Intinya sih buat cuci mata.he…Mengagumi keindahan intinya. Jadi, bagi yang masih menganggap hobi saya aneh, jangan komentar langsung ke saya ya..cukup dalam hati kalian aja. *nyaripembelaan.com (hehe…^^)
Yasud, sekian cerita saya mengenai hobi. Hobi setiap orang itu berbeda, dan tujuan untuk melakukan hobi tersebut jug a berbeda. Selagi hobi orang yang bersangkutan ngga mengganggu kita. So…?? #tetepcaripembelaan.com…^^
Ikutin terus ya postingan eke selanjutnya…yuuk mariii…

Hah...Nahan Emosiiii?? #nadanyolot.com ^^


Saya mulai menekuni hobi baru yaitu menulis. Sebenarnya menulis telah saya lakukan sejak dari jaman sekolah dulu, tapi bukan menjadi sesuatu yang saya lakukan secara rutin. Saya mencoba untuk menjadikan hal ini sebagai rutinan untuk mengalihkan perhatian dari rasa bosan menunggu dan kekosongan. Saya bingung akan apa yang saya lakukan. Saya merasa jenuh mempelajari yang sulit saya mengerti dengan sekali membaca. Baiklah, kali ini saya mencoba untuk berbagi mengenai Anger Management.
Kemarin saya menonton acara Pak Mario Teguh dengan topik “Anger Management”. Saya memang tidak menonton acara tersebut secara keseluruhan. Akan tetapi, saya menangkap beberapa hal dari acara tersebut yaitu, marah itu bukan untuk dihilangkan melainkan untuk dikendalikan. Mengekspresikan kemarahan adalah suatu hal yang manusiawi,akan tetapi kita tidak terlepas dari tanggung jawab akan kemarahan yang kita lakukan. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Pak Mario. Ketika kita meluapkan ekspresi kemarahan kita, kita merasa begitu lega, naumn tanggung jawab atas apa yang kita lakukan pasti ada, misalnya orang lain menjadi tidak simpatik kepada kita, atau permasalahan yang kita hadapi tidak terselesaikan. Dari kemarahan, kita bias mengambil sisi positifnya yaitu energy tambahan. Mungkin anda pernah merasakannya,ketika sedang didera rasa marah, anda merasakan tambahan energy berupa mengepalkan tangan dengan penuh tenaga, membanting barang disekitar anda dengan penuh tenaga, menggebrak meja dengan penuh tenaga, dsb. Pada intinya Anda menjadi lebih bertenaga. Saya mencoba untuk melihat ini sebagai salah satu langkah untuk mengatur emosi kita, yaitu dengan menggunakan tenaga tambahan tersebut untuk hal yang positif seperti beres-beres rumah, merapikan lemari, atau sebagainya. Hal ini pernah saya lakukan beberapa kali, dan itu cukup berhasil untuk mengalihkan perhatian saya yang pada awalnya terfokus kepada sumber kemarahan saya. Hal ini tentunya tidak mudah untuk kita lakukan. Namun, tidak ada salahnya juga kita coba.