Sabtu, 09 Januari 2016

I don’t want to say good bye, but I want to say “ see you soon’

Lebaran kemarin adalah moment pertama dan terakhir (sampai saat ini) dia bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya sejak dia menikah 6 tahun yang lalu. Apakah mungkin itu adalah suatu pertanda bahwa ke depannya dia akan tinggal jauh dari kami keluarganya?

Hal yang jelas adalah dalam hitungan jam ke depan, kakakku akan pergi untuk tinggal di kampung halaman kakak ipar. Ah, menuliskan hal ini saja membuat mataku berderai air mata. Dia adalah kakak yang paling aku sayang dan dia adalah orang yang sering menolongku. Aku ingat sekali memori saat kami masih kecil, aku sering mengerjai dan mem-bully-nya, namun dia tetap menjadi malaikat penolongku. Waktu kuliah, ketika uang jajanku sudah makin menipis, aku mengirim pesan padanya, dan tiba-tiba dia mengabarkan sudah mengirimkan uang padaku, begitupun ketika aku sudah bekerja. Dia menjadi orang yang memberi apresiasi atas pencapaianku mendapat pekerjaan, padahal gajiku sangat kecil. Saking kecilnya, hingga untuk membayar uang kost pun dia yang membayarkan di bulan pertama dan memberi subsidi pada bulan-bulan berikutnya. Dia adalah kakak yang selalu ingin mendandaniku walaupun seringkali aku tidak menurut karena pilihannya terlalu modis. Ranah inilah yang sering membuatku berdebat dengannya. Dia sering aku koreksi dan dia tidak marah. Ah…dia adalah kakakku yang sangat penyabar. Up and down dalam hidupnya benar-benar seperti roll coaster. Satu hal yang aku ingin tiru darinya adalah dia sangat menyayangi keluarga kecilnya dengan sepenuh hati. Di balik tubuh mungilnya, dia adalah sosok yang tegar dan kuat. Masalah yang dihadapinya bukanlah hal yang kecil, namun dia tetap tabah.I’am a proud sister.
Aku mencoba untuk biasa saja dengan kepergiannya pada lusa nanti, namun ternyata aku tidak bisa. Walaupun pertengahan tahun ini dia akan kembali ke Indonesia, namun membayangkan jarak antara kami semakin jauh membuatku semakin berat melepasnya. Sebelumnya ketika dia tinggal di Palembang pun kami lebih sering berkomunikasi secara virtual. Bukan tidak bisa kami berkomunikasi secara virtual ketika dia ada di Inggris. Namun, ….Ah, aku akan sangat merindumu.
Ya Alloh, pintaku…Semoga Engkau senantiasa meletakkan taufik dan hidayah bagi Kakakku dan keponakanku. Peluk erat mereka dalam ketaatan pada-Mu, Aamiin yaa robbal alamiin.
Allohumma innaka ta’lamu ana hadzihil qulub, qodij tama’at ‘ala mahabbatik wal taqot ‘ala tho’atik wa tawahhadat ‘ala da’watik wa ta’ahadat ‘ala nusyroti syari’atik. Fawatsiqillahumma robithotaha wa adim wuddaha wahdiha subulaha wamla’ha binurikkaladzi la yahub washroh suduroha bifaydil Imanibik wa jamilit tawakkuli ‘alayk wa ahyiha bi ma’rifatik wa ‘amitha ‘ala syahadatik fii sabilik. Innaka ni’mal mawla wa ni’ma natsir. Allohumma Aamiin. Wa sholillahumma ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa salim.

Kamis, 07 Januari 2016

Ikhlas kehilangan sesuatu membuka kran rizki lebih lebar

Minggu kemarin paket yang seharusnya terkirim ke customer Qeana Kids terbakar di agen jasa pengiriman. Huhuhu...customer komplain kok barangnya ga sampai-sampai. Setelah ditelusuri via telepon ke CS J*E dan buat laporan aduan akhirnya keesokan harinya dapat kabar bahwa paket terbakar. Ibu marah saat itu kenapa baru dihubungi setelah melakukan laporan. Telepon berkali-kali putus nyambung sampai 6 kali lantaran setiap telepon "mohon tunggu akan kami cek." Tahunya sambungan terputus. Dan ketika menelpon ulang harus mulai dari awal lagi, kecuali telepon yang ke-4,5 & 6 karena ibu sudah dapat nomor aduan. Tapiiiiiii...pemirsaaa pada saat menyebutkan nomor aduan dinyatakan belum terdapat di sistem. Yasudahlah yaa...ibu follow up juga via email dengan menyebutkan nomor aduan.
Lalu, hari senin kemarin ibu menyerahkan resi asli dan melakukan klaim. Kebijakan penggantian sendiri hanya 10 kali dari ongkos kirim, waktu itu pengiriman ke jakarta jadi ongkirnya hanya 9ribu, namun nilai paket itu sebesar 280ribu. Ibu meminta penggantian penuh plus ongkir. Ibu sendiri sudah mengirim ulang ke customer, karena pantang bagi ibu untuk buat customer kecewa. TRUSTED alias amanah. Itu value yang dipegang Qeana Kids. InsyaAlloh seterusnya seperti itu. Keesokan harinya pihak CS J*E tangerang menghubungi untuk menyampaikan bahwa penggantiannya tidak bisa penuh. "POKOKNYA SAYA MINTA DIGANTI FULL! Udah ya saya mau urus bayi saya dulu."
Setelah menutup telepon, "Astaghfirullah...kenapa ga diikhlasin aja sih ji?". Ibu lalu sholat dzuhur dan meminta ampun atas khilaf ibu.
Ibu mengirimkan pesan ke CS J*E yang tadi menghubungi ibu.

Akhirnya Ibu belajar untuk ikhlas. Mungkin ini teguran dari Alloh karena kurang sedekah atau hal lainnya. Sore harinya orderan berdatangan dan kemarin dikejutkan dengan orderan terbesar yang pernah Ibu terima. Matematika Alloh memang bukan hitungan yang bisa dinalar makhluk-Nya. 

Alhamdulillahirobbil'alamin. Terima kasih atas semua yang Engkau berikan. Bimbing haba agar senantiasa menjemput rizki secara halal dan thayyib. Aamiin.

Rabu, 06 Januari 2016

HP jelek Ayah

Usia ayah masih terbilang muda, yaitu 26 tahun. Kami sama-sama berusia yang sama. Entah karena status sebagai ayah atau apa yang membuat dia menjadi super hemat. Sedih deh jadinya. Ayah yang sering dapat baju gratisan dari kantor, jaraaaaang sekali beli pakaian baru, sedangkan ibu dengan judul ingin hijrah untuk berpakaian syar'i menganggarkan setiap bulannya untuk membeli gamis dan hijab baru (dengan persyaratan: one in one out). Kalau bukan ibu yang menganggarkan untuk beli celana jeans atau baju baru sepertinya ayah tidak berniat beli pakaian baru. Mungkin karena dalam pikirannya, keluarga dan kebutuhan rumah tangga yang saat ini menjadi prioritas.

Beberapa waktu ke belakang, Ibu meminta Ayah untuk mengganti HP-nya yang sudah jelek. HP kami memiliki tipe yang sama dan dibeli bersamaan 2 tahun yang lalu pada saat tunjangan akhir tahun 2013. Apa mungkin Ayah khawatir kalau Ibu meminta dibelikan yang baru? Jujur saja ibu tidak berniat beli baru. Toh ibu hanya membutuhkan koneksi yang lancar dan kemudahan untuk instagram-an dan berselancar di dunia maya. Jadi, ga perlu HP yang bagus, tho jarang keluar juga. hihihi...kan sekarang Ibu juga WAHM. Mostly di rumah, ikut komunitas juga yang virtual. Sedangkan Ayah bertemu dengan orang banyak, Ibu merasa HP ayah sudah tidak presentative dengan pekerjaannya. Seringkali ibu berkomentar untuk mendorong keputusan pembalian HP sambil bercanda, "Ayah calon Direktur lho (Aamiin), masa HPnya jelek gitu. hihihi...Kalau ayah ganti HP, HP lamanya kan bisa buat admin Ibu nantinya (Ibu yakin suatu saat bisa mempekerjakan orang lain. Aamiin)" Spontan komentarnya adalah "HP ayah masih bagus kok, ga lemot."

Memang dibandingkan dengan HP Ibu yang kebanyakan aplikasi, kinerja HP ayah jauuuuuh lebih baik dari HP Ibu. Tapi secara fisik, HP Ayah yang sudah bopeng karena pernah ga sengaja Ibu jatuhin ke aspal (hampuraaaa ya yah) dan cat casing yang sudah banyak mengelupas membuat penampilan HP ayah .....(silakan isi sendiri). Ikhtiar Ibu tidak hanya komentar, Ibu mencarikan di situs penjualan untuk memberikan gambaran harga dari smartphone apel digigit, hihihi....harganya sekarang sudah turun, sampai dengan menawarkan "Ayah maunya HP apa, kan banyak pilihannya.."
Tetap saja sampai saat ini, Ayah memilih untuk tetap tidak mengganti HP. 

Semoga Alloh mudahkan Ayah untuk menjemput rizki-Nya dan selalu diberkahi Alloh. Aamiin yaa robbal alamiin.

Selasa, 05 Januari 2016

Kita adalah Ibu

Beberapa waktu belakangan ini, saya sering melihat foto-foto di Instagram dengan hashtag #SAHMlife atau #SAHM. Saya berpikir keras, “Hmm….itu maksudnya apa ya?” agak kepo sih ya, kalo LOL kan Loud of Laugh gitu ya, suatu singkatan yang sudah common dan rata-rata orang tahu maksudnya. Hingga akhirnya saya membaca suatu artikel di internet tentang bahasan SAHM, WAHM dan Working Mom. I got the idea!
Ternyata SAHM itu singkatan dari Stay at Home Mom, dan saya menduga kuat WAHM adalah singkatan dari Working at Home Mom, kalau begitu mungkin saya bisa dibilang kategori WAHM. Monggo di like fanpage-nya ya buibu lapak dagangan saya #lol Qeana Kids dan follow Instagram @Qeana_kids juga #teuteupjualan. Hehe..
Entah siapa yang pertama kali memunculkan istilah-istilah tersebut, namun saya berpendapat bahwa pengelompokan ibu-ibu atas suatu pilihan dalam hidupnya hanya akan memperkeruh suasana. Hmm…agak lebay kali ya menyatakan seperti itu, tapi ya saya menyatakan seperti itu karena beberapa kali banyak ibu-ibu yang beradu mulut tentang status ibu pekerja yang dianggap lalai terhadap anak, namun ketika ibu-ibu yang memilih untuk tinggal di rumah mengurus anaknya seharian mengkategorikan sebagai Full Time Mother (FTM), working mom tidak terima karena merasa ibu-ibu tersebut juga sepenuh waktu menjadi ibu, maka dari itu lahirlah istilah SAHM. Daan ternyata tidak lepas dari itu, ketika ibu-ibu yang memilih tinggal di rumah tetap saja menghabiskan waktu selain untuk mengurus anak, ibu-ibu tersebut tidak lagi dikategorikan SAHM melainkan WAHM. Hmmm…cukup membingungkan bukan singkatan-singkatan tersebut? Padahal semuanya sama yaitu IBU.
Tidak banyak saya temui, anak yang diurus langsung oleh ibunya tetap berprilaku buruk sedangkan anak yang diurus oleh ibu pekerja tetap dapat berprestasi dengan baik. Pada intinya, saya beranggapan bahwa keberhasilan seorang anak ditentukan oleh sejauhmana Ibu mempersiapkan anak dengan membekali sejumlah pertahanan agar tidak mudah terbawa arus oleh zaman dan terpengaruh oleh lingkungan. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh ibu yang terus berusaha meningkatkan kapasitas diri sebagai ibu agar bisa menyuntikkan banyak hal-hal positif kepada anak. Intinya, hanya teko yang berisi yang dapat menuangkan air ke dalam cangkir, saya menganalogikan teko sebagai ibu dan cangkir sebagai anak. Tentunya, agar cangkir terus terisi, teko pun harus tetap terisi. Jadi, intinya Ibu itu harus terus ON UPDATERnya sama kayak aplikasi hehe….
Saya dan suami pernah mendiskusikan perihal ini, kami berpendapat bahwa keputusan suatu rumah tangga yang melahirkan kondisi seorang Ibu menjadi ibu pekerja atau tidak adalah buah dari keputusan yang dihasilkan dari dua kepala (suami dan istri). Jadi, intinya konsekuensi akan keputusan tersebut sudah dipikirkan dengan matang. Hukum positif ya alias husnudzanya sama orang. Hihihi…

Apapun pilihannya, tetaplah kita saling mendukung satu sama lain, tetaplah saling mencerahkan satu sama lain. Dan tetaplah UPGRADE diri sebagai ibu. Lahirkan versi  yang lebih baik pada anak kita karena anak adalah investasi dunia akhirat.


#selfreminder #ODOPday2

Senin, 04 Januari 2016

Gak sayang sama gelarnya?

I predict that the title of this post will be the question of the year.

Alhamdulillah setelah 3 tahun berkutat dengan permasteran, akhirnya awal november yang lalu dapat tanggal lulus di tesis yang sudah dijilid. Tapi dengan segunung kegiatan di akhir pekan, alhasil sampai dengan postingan ini dibuat saya belum bisa urus urus lagi untuk SKL , daftar wisuda & ijazah. Suami bilang nanti aja yang penting udah lulus. Hmmm...dianggurin hampir 2 bulan.

Kesibukan jadi ibu baru dan jalanin bisnis online cukup menjauhkan dari pikiran untuk apply kerja lagi. Karena memang saya sendiri sudah membuang jauh pikiran untuk kerja kantoran. Alasannya saya tidak ingin jauh dengan ihsaan. Saya belum terbayang untuk meninggalkan ihsaan di rumah dan menitipkan ihsaan pada orang lain dalam waktu lebih dari 1 jam. Maka dari itu, saya hanya terpikirkan untuk mengembangkan usaha saya. Dan ketika saya meminta pinjaman modal pada suami, tanggapan dia adalah saya diminta untuk membuat business plan lengkap dengan analisis keuangannya juga. Ya, intinya selayaknya business plan pada umumnya. Huhuhu....rasanya saya ingin menangis keras. Kok perhitungan banget sih sama istri. Ketika saya menimpali dengan kalimat itu, komentar suami saya sangat singkat namun makcleb "apa ga sayang gelar MM-nya? Ini saatnya pembuktian ilmu kamu bisa bermanfaat apa engga."

Saya akhirnya terdiam dan berpikir, "benar, ini adalah waktunya untuk upgrade diri. Bisnis yang baik adalah bisnis yang terencana. ". Dengan waktu yang tersisa 4 hari lagi, peer saya masih banyak banget. Kalau saya mundur menyerahkan BP ini maka suntikan  modal yang dijanjikan akan berkurang nominalnya. Huhuhuhu...

Bloggers, doakan saya ya!

Rabu, 23 Desember 2015

Apa ya aktivitas bayi yang cocok selama piknik?

Kembali kepada primbon andalan Ibu sejauh ini yaitu buku “The Encyclopedia of Infant anda Toddler Activity” , malam ini Ibu akan menyusun daftar kegiatan yang dilakukan Ihsaan untuk esok hari. Inilah daftarnya:
1.       Listen softly
Hmmm…ini sih kayaknya paling pas alias on top priority untuk kegiatan baby Ihsaan esok hari. Perjalanan yang ditempuh akan sekitar 3 jam, jadi memainkan cd player di mobil akan sangat membantu. Kami punya CD Simfoni Indonesia nya Adie MS dan kumpulan murrotal Al-Quran juga. InsyaAlloh jadi playlist kami esok.
2.       Guess Which Hand
Sebenernya agak ragu sih Ihsaan udah bisa kasih respon apa belum dengan aktivitas ini. Tapi respon Ihsaan saat aktivitas “How Things Work” cukup bagus. Nah, mungkin Ibu yang harus lebih ekspresif, jadi Ihsaan akan lebih memerhatikan gerak tangan Ibu.
3.       Where did it go?
Hmm…kebetulan banget Ihsaan baru beli sepatu baru dan material yang diperlukan untuk aktivitas ini adalah Shoebox alias kotak sepatu. Stuffed Monkey nya akan Ibu ganti dengan Gigi alias teddy bear hasil redeem point GFF ayah. Hehehe  (keluarga cemara yang hobinya dapat gratisan. Hehe). Oiya, gigi diambil dari singkatan Garuda Indonesia.

4.       Story telling Ali ra.
Ibu akan melanjutkan cerita tentang sepupu Rasulullah saw yang sejak usianya 6 tahun sudah tinggal dengan Rasulullah saw.


Sekian daftar kegiatan yang insyaAlloh akan Ihsaan lakukan esok hari. Hal yang perlu ibu lakukan saat ini adalah T-I-D-U-R Karena esok sudah banyak daftar kegiatan Ibu yang mengantri (curhat.red :-D).

First day of BLW

Finally…hari ini datang juga. Hari ini ihsaan merasakan makanan pendamping ASI-nya untuk pertama kali. Ibu bisa dibilang ikut-ikutan trend saat ini untuk soal MP-ASI. Hihihi…Ibu mencoba metode Baby Lead Weaning a.k.a BLW untuk MP-ASI Ihsaan. Bisa dibilang metode ini cukup berbeda signifikan dengan metode yang umumnya digunakan yaitu dengan menghaluskan makanan dan menyuapi sang bayi atau kata lainnya disebut Spoon Feed Method.
Hari pertama Ihsaan BLW bisa dibilang sukses. Ihsaan tadi berikan potongan pisang, mungkin karena rasa “ga tega” ayah dan Ibu, akhirnya potongan pisang yang berhasil Ihsaan gigit yang Ayah dan Ibu nilai cukup besar akhirnya kami keluarkan dari mulutnya Ihsaan. Alhasil Ihsaan hanya dapat “lengket”nya pisang saja. Hihihi…Ayah dan Ibu masih parno kali ya. Padahal di buku udah dibilang ga perlu worry dengan hal tersebut, cukup bersabar dan pantau terus respon bayi ketika mengunyah makanan yang “cukup” besar ukurannya.
Karena menu pisang bisa dibilang belum berhasil, Ibu memberikan menu berupa Rice Crackers, dan Ibu memilih Yummy bites carrot flavor. Alhamdulillah Ihsaan berhasil menghabiskan 1,5 keping crackersnya.
Good points dari BLW Ihsaan hari ini adalah Ihsaan sudah bisa merasakan tekstur pisang secara langsung dan sudah berhasil memegang potongan pisang dan berusaha memasukannya ke dalam mulut dan mencoba menelannya. Dan ibroh a.k.a pelajaran bagi ayah dan Ibu adalah ber-sa-bar. Kami mungkin kelewat gregetan kali ya kok Ihsaan lama anettt masukin makanan ke mulutnya, eh pas berhasil kami malah parno sendiri takut Ihsaan tersedak. Tapi itu saya nilai wajar, maklum kami orang tua baru. Kuncinya adalah kami harus tetap satu pemahaman mengenai BLW dan memiliki komitmen untuk menerapkannya. J
Besok, Ihsaan akan travelling ke Purwakarta, dan sekilas tadi saya sudah baca list menu yang cocok dibawa untuk baby BLW saat travelling, dan kami sudah punya pisang. Yeaaa…Alhamdulillah.

Semoga BLW on the second day will be more successful. Aamiin.

Selasa, 22 Desember 2015

Ihsaan main apa saja ya hari ini?

Bismillahirohmanirrohim. Berbekal buku hasil download dari blog-nya ibu jerapah. Aktivitas Ihsaan insyaAlloh akan lebih terarah dengan buku “The Encyclopedia of Infant and Toddler Activities” yang memuat sekumpulan ide kegiatan untuk bayi yang baru lahir sampai dengan anak berusia 3 tahun. Hal yang membuat saya ternganga adalah bacaannya dalam Bahasa inggris booo…hehe. Tapi baca table of content nya saja sudah meyakinkan. Setiap metode permainan langsung dikelompokkan untuk masing-masing kategori, yaitu mulai dari infant, young toddler dan selanjutnya.
Ihsaan masih masuk kategori infant meskipun badannya kekar. (hehe…) Dari berat badan dan tinggi badan Ihsaan sudah seperti anak berumur 1 tahun. Alhamdulillah terakhir timbang dan ukur berat badan Ihsaan 9,7 kg dengan panjang badan 70 cm pada usianya 6 bulan kurang 4 hari. Nah, di hari tepat usianya genap 6 bulan. Ibu akan mulai meng-upgrade diri dengan merancang aktivitas Ihsaan yang lebih berbobot. Wish me luck yaa..
Aktivitas hari ini akan dimulai dengan:
1.       Terrific Today
Pada buku diinformasikan bahwa orang tua bisa menuliskan jadwal kegiatan sang anak dengan menuliskannya di white-board. Berhubung Ibu belum punya, digantikan dengan kertas putih yang akan ibu temple di dinding saja.

Terrific Wednesday
Story Telling about Ali r.a
Walk Outdoors
Wishy Washy Time
Back and forth
Baby found
How things work

2.       Wishy Wash Time
Hmmm…hari ini pertama Ihsaan akan makan. Jadi bisa banget aktivitas ini dilakukan. IBu harus arrange lagu baru nih. Soalnya yang ada di buku Ibu ga tahu nadanya. In English version pula. Lol.
3.       Back and forth
Sebenarnya aktivitas ini sudah cukup sering dilakukan. Ternyata judul aktivitasnya keren juga. Lol. Pada intinya aktivitas ini menguji kemampuan anak mendengar dan mencari siapa yang berbicara atau memanggilnya. Bagus bagus bagus.
4.       Baby found
Hmmm…aktivitas ini gampil pisan. Intinya main ci-luk-baa. Mungkin nanti aka nada dialog seperti ini kurang lebih.

“Ihsaan, bayi sholeh dimana ya?” lalu ihsaan mencoba menyingkapkan kain yang saputangan yang menutup mukanya, dan Ibu siap-siap dengan wajah cantik rupawan berkata “Waahh…disini bayi sholeh ibu.”
Semoaga berhasil, khawatirnya Ihsaan ngamuk pas mukanya ditutupin. Hehe..

5.       How things work
AKtivitas ini akan ibu lakukan sambil kegiatan di outdoor. Ibu akan menunjukka cara membuka gerbang pintu, yaitu ketika ibu mendorong gerbang, maka ibu dan ihsaan bisa melewati gerbang tersebut dan keluar dari rumah, lalu ketika ibu menutup gerbang kami tidak bisa keluar dari gerbang.

Hmmm…sudah cukup dulu rencana aktivitas yang akan dilakukan Ihsaan hari ini.

Semoga berjalan lancar. Aamiin. J

Menjadi Ibu Baru

Handphone menjaadi sangat lelet, ternyata begitu banyak video yang merekam pertumbuhan Ihsaan sampai dengan usianya yang besok genap 6 bulan. Alhamdulillah. Allah yang kuasa memelihara anak yang diamanahkan kepada kami. Entah kenapa ketika melihat video ihsaan waktu masih berusia 2-3 bulan (terlihat dari kepalanya yang masih plontos setelah cukuran pasca aqiqah) membuat saya menangis. Menangis haru tepatnya . Tidak terasa Ihsaan besok akan masuk pada tahapan MP-ASI. Saya sendiri masih merasa sangat miskin ilmu sebagai seorang Ibu. Belum banyak hal positif yang bertambah pada diri saya. Mengidamkan menjadi ibu sholihah yang menjadi panutan anak-anaknya kelak, tapi dalam ibadah banyak sekali mengalami kemunduran.

Ya Alloh izinkan hamba untuk terus meng-upgrade diri menjadi lebih baik. Izinkan hamba untuk banyak belajar. Aamiin

Senin, 27 Oktober 2014

Thank you Alloh :)

Alhamdulillah segala puji bagi Alloh pemilik semesta alam. Setelah sebelumnya kalau cek pakai test pack muncul satu garis, minggu kemarin tepatnya tanggal 21 Oktober 2014, muncul 2 garis yang artinya positif. rasa haru bahagia, kaget, dan masih tak percaya atas apa yang telah Alloh berikan kepada kami. Air mata mengalir ketika sholat adalah bentuk kebahagiaan yang tak terperi. Benarlah adanya ketika kita memasrahkan semuanya kepada Alloh, maka Alloh akan memberikan jawaban terbaik bagi ummat-Nya.
Saya ingin bercerita tentang kisah penantia kami. Setiap mendekati tanggal datang bulan, saya selalu dihantui rasa takut kalau saya akan haid lagi yang artinya saya belum hamil. Mungkin kekhawatiran ini salah satunya timbul setelah banyak pertanyaaan-pertanyaan dari saudara dan teman-teman. Pada postingan sebelumnya saya pernah bercerita bahwa pertanyaan-pertanyaan dan komentar-komentar tersebut mengganggu saya. Hingga akhirnya hal yang membuat suami saya sedih adalah melihat kekhawatiran saya yang akan diakhiri dengan sebuah tangisan. Ketika saya haid saya tidak kuat untuk tidak menangis. Saya lupa bahwasanya hamil atau tidak bukan perkara sudah sejauh mana kita ikhtiar, namun sudah sejauh mana kita tawakkal dan menyerahkan segalnya kepada Alloh. Alhamdulillah, dengan izin Alloh saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga ketika datang menengok sahabat saya yang baru saja melahirkan dan bertepatan saat itu dia menggelar aqiqah anaknya. Sahabat saya bercerita bahwa sebelumnya dia pernah didiagnosa susah hamil oleh dokter kandungan, namun ternyata ketika dia pasrah kepada putusan Alloh, dia akhirnya dikaruniai anak yang tampan (insyaAlloh sholeh. Aamiin). Dari situ saya ambil pelajaran bahwa tawakkal kepada Alloh adalah solusi dari segalanya. Apabila Alloh telah menilai kita pantas menjadi orang tua dan kita telah berusaha memantaskan diri menjadi orang tua, insyaAlloh amanah itu kemudian akan dititipkan kepada kita. Alhamdulillah. Segala puji bagi Alloh yang menguasai hidup dan mati.

Ya Alloh, semoga janin yang telah Engkau titipkan dalam rahim hamba dapat berkembang dengan baik, sehat dan kuat dan kemudian lahir menjadi bayi yang sehat dan normal. Semoga kami dapat menjadi orang tua yang sholeh dan sholehah dan dapat membimbing anak yang Engkau titipkan menjadi anak yang sholeh/sholehah dan menegakkan syariah-Mu. Aamiin yaa robbal alamiin. :)

Rabu, 23 Juli 2014

My New Life

Setelah sebelumnya saya bercerita mengenai niat saya untuk resign, Alhamdulillah hal itu terwujud saat ini. Saya sudah mengajukan resign kepada atasan saya dan untuk surat resminya akan saya serahkan setelah lebaran nanti. Hmmm…. Kekhawatiran sempat hinggap kepada saya dan semoga tidak hadir lagi. Kekhawatiran apa itu? Kekhawatiran bahwa keputusan ini keliru, kekhawatiran bahwa tidak ada yang berubah setelah keputusan ini, kekhawatiran saya akan kesulitan mencari pekerjaan. Namun kekhawatiran ini sudah berkurang. Sahabat sekaligus suami saya menasehati saya untuk hanya fokus meyakinkan diri bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang tepat. Benar, apalagi yang harus saya pikirkan. Keputusan sudah saya ambil, tidak mungkin saya menelan ludah sendiri. Lalu pertanyaan “aktivitas apa yang akan saya lakukan setelah saya berhenti bekerja” pun muncul. Suami saya menjawab, “beraktivitas selayaknya mahasiswa jaman S1 dulu, kamu fokus kerjakan thesis.”. Suami pun menambahkan dengan status saya sekarang sebagai seorang istri, tentunya aktivitas sebagai mahasiswa pun perlu ada penyesuaian. Saya paham akan itu. Saya akan pergi beraktivitas ke kampus setelah suami saya pergi ke kantor. Karena pada saat saya masih bekerja, saya masih sempat membuatkan sarapan bahkan terkadang saya membuatkan bekal. Dan di malam hari, sepulang dari kantor saya masih bisa menyediakan makan malam terkecuali apabila ada ajakan kencan atau makan di luar dari suami. Tentunya aktivitas seorang istri tidak akan berubah banyak, hanya status saja yang berubah, yaitu yang dulunya saya selaku istri yang melakoni peran sebagai karyawan dan mahasiswa berubah hanya menjadi mahasiswa saja.  Semoga Alloh selalu meridloi keputusan yang saya ambil dan saya yakin keteguhan hati untuk memutuskan hal ini ada campur tangan dari Alloh yaitu menggerakan hati kedua orang tua saya untuk mendukung keputusan ini. Karena sebelumnya ketika saya ingin mengambil keputusan ini, orang tua saya menolak dengan tegas. Alhamdulillah untuk kali ini, orang tua saya mendukung. Bismillahirohmanirrohim. Semoga thesis dapat dikerjakan dengan sebaik mungkin dan diberikan kelancaran dan keberkahan di awal, dalam proses  dan di akhirnya. Aamiin yaa robbal ‘alamin.

Jumat, 04 Juli 2014

Independent is a Must or Not for Women?



Wanita menjadi tidak mandiri setelah punya pasangan, percaya atau tidak? Tapi saya rasa iya. Saya sendiri merasakan hal tersebut. Suatu hari suami pernah menyampaikan keluhannya bahwa saya menjadi manja dan tidak mandiri. Ternyata usut punya usut, suami saya menaruh perhatian pada saya karena sifat saya yang mandiri. Hmm… memang saya ingin menjadi wanita mandiri dan ketika dulu saya memang tidak ingin bergantung pada siapapun. Saya sering merasa malas menanggapi teman-teman wanita saya yang manja, kemana-mana harus diantar pasangan (pacar). Ternyata setelah bersuami, saya baru tahu rasanya. Wanita ingin menjadi makhluk yang dilindungi dan diperlakukan bak putri. Dulu, saya tidak merasa takut untuk berpergian menggunakan bus atau angkot, tapi kemarin-kemarin saya malas untuk menggunakan kendaraan umum. Selalu menuntut untuk diantar suami. Ya Alloh, maafkan hamba. Dengan nikmat yang telah Engkau berikan, hamba menjadi kufur nikmat. Kendaraan yang kami pergunakan hanyalah titipanMu. Bisa saja sedetik ke depan, kendaraan tersebut Engkau ambil dari kami. Maafkan hamba Ya Alloh.  Dan setelah itu, saya tidak lagi ingin memaksakan suami untuk mengantar saya ke kampus atau menjemput saya. Bahkan dua minggu yang lalu saya meminta suami tidak perlu menjemput ke Bogor, soalnya biar ga diburu-buru. Hihihi… Semoga suami tidak marah ya setelah baca postingan ini. Saya hanya bisa pergi ke kampus di hari Sabtu, dan perpustakaan tesis hanya buka sampai jam 4 sore, jadi saya berusaha seoptimal mungkin memanfaatkan waktu. Mulai dari saat ini, saya harus belajar mandiri, karena bagaimanapun saya adalah calon Ibu yang nantinya menjadi pelindung bagi anak-anak yang Alloh titipkan kepada saya dan suami.

Mohon doanya ya blogger, semoga segera Alloh karuniakan anak kepada kami. Aamiin.

Kamis, 03 Juli 2014

Berhati-hati akan Pujian

Setelah apa yang disampaikan suami saya beberapa waktu yang lalu, saat ini saya menjadi takut sekali mendapat pujian. Menurut suami, saya termasuk orang yang senang akan pujian. Saat ini saya takut apabila apa yang saya lakukan adalah karena ingin mendapatkan pujian atau penilaian baik dari manusia. Padahal bukankah semua perbuatan baik yang kita lakukan harus atas niat kepada Alloh? Namun saya juga tidak ingin menjadikan ketakutan untuk dipuji menghentikan langkah saya untuk berbuat baik, karena apabila terbesit pikiran seperti itu juga sudah dapat dikatakan riya? karena yang menjadi fokus pikiran adalah penilaian makhluk. Saya sangat senang sekali dengan status BBM sahabat saya yaitu " Refresh Our Niyyah". Memang niat itu adalah permulaan dari suatu amal, namun untuk menjaga niat tersebut patutlah kita terus memperbaharui dan menetapkan niat hanya untuk Alloh. Semoga kita tidak termasuk makhluk riya. Keponakan sekaligus menantu Rasul yaitu Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: "Orang yang riya memiliki beberapa ciri , 
  • Malas jika sendirian
  • dan rajin jika di hadapan banyak orang,
  • Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.
Saya masih sering merasa ingin berbuat baik ketika mendapatkan pujian. Astaghfirullohaladzim. Semoga saya mendapat kesempatan untuk terus berintropeksi dalam memperbaiki niat. Aamiin.




Rabu, 25 Juni 2014

Kembali Positif



Ada hal yang kurang baik yang harus saya ubah secepatnya, yaitu berhenti menafsirkan. Seringkali ketakutan dan kekhawatiran timbul pada diri saya karena saya menafsirkan berlebihan. Seperti pada saat akan bimbingan dosesn, deg-degannya bukan main. Nada yang salah ketika membaca sms dari dosen membuat saya kalang kabut, khawatir kalau dosen tersinggung dengan SMS saya. Sedih dan cemas seharian itu. :’(
Tapi ternyata waktu bimbingan, dosennya sampai bilang “Sama saya mah nyantai aja ya, kalau saya ga bales bukan berarti saya marah, cuman saya kadang kelupaan”. Dan setelah mendengar cerita saya, suami berkomentar “Makanya kamu jangan terlalu cemas ya.Keep positive!”
Benar, kehati-hatian itu perlu namun tidak boleh sampai membelenggu kita dalam kekhawatiran. Belajar untuk berpikir positif itu sulit-sulit mudah-mudah gampang, terlebih ketika semua dikaitkan dengan realita hidup dan logika. Alloh menyuruh kita untuk berpikir positif karena Alloh sesuai dengan prasangka hamba-Nya. 

Hadist Abu Hurairah r.a ia berkata Rasululloh saw bersabda:
Alloh berfirman ‘Aku berada pada Sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam suatu kaum, maka Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik darinya, dan jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat pada-Ku satu hasta maka Aku mendekat padanya satu depa, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Kamis, 19 Juni 2014

ALERT: DATA CRISIS

Melihat judul postingan saya kali ini, suami saya pasti bakal meledek saya deh. Pasalnya sudah dari beberapa tahun yang lalu suami membuat tulisan mengenai Krisis Data di Indonesia. Mungkin bagi yang berminat baca, ini link tulisan beliau.
Mungkin tidak hanya saya dan suami yang merasa bahwa ketersediaan data di Indonesia masih sangat minim. Selain itu aksesibilitas terhadap data tersebut sulit. Saya merasakan sulitnya saat ini, saya saat ini masih menyusun proposal tesis dan sebelum mengerucut pada rumusan permasalahan tentunya harus dipaparkan mengenai sejumlah alasan mengenai mengapa pentingnya pokok permasalahan itu perlu dijadikan sebagai bahan penelitian. Namun, data yang saya butuhkan mayoritas tidak update. Bayangkan saja, sebentar lagi mau memasuki semester II di tahun 2014, data terakhir yang tersedia masih per 2012. What??? 
Aah...sudahlah, mengeluh pun tidak akan berubah. Toh ini bukan yang pertama kali. Dan herannya untuk data-data yang bersifat umum, seperti xxxx dalam angka tahun yyyy yang dikeluarkan oleh BPS tidak dapat diunduh secara online, dan ketika saya konfirmasi alasannya ke pihak yang bersangkutan, jawaban yang saya peroleh adalah data memang bukan untuk umum. What? Kalau singkat saya, buat apa ada internet? internet tersedia ditujukan agar lebih efisien yaitu masyarakat tidak perlu susah untuk memperolehnya, cukup tekan enter tombol unduh, data dapat diperoleh. Selain itu,  mana yang selama ini disosialisasikan tentang "paperless". 

Sekian tulisan dari saya untuk kesempatan kali ini. Takut banyak mengeluhnya.


Cheers!

Jumat, 06 Juni 2014

Foto Post Wedding lebih Seru dan Pastinya HALAL ♥♥♥

Pembaca pasti sudah sering mendengar istilah foto pre wedding?
Belakangan ini foto pre wedding menjadi sebuah keharusan bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Pertanyaannya hanya dua kata yaitu, perlukah dan bolehkah? Pernikahan merupakan sebuah ajang untuk berbagi kebahagiaan, maka dari itu banyak pasangan yang ingin menampilkan cerita cinta bahagia mereka pada saat resepsi atau di kartu undangan. Hmm... tapi beradegan mesra dengan yang belum halal apakah boleh? coba bantu dijawab. Banyak yang berani bermesraan dengan calon pasangannya karena yakin bahwa kelak akan menjadi pasangan suami istri. Namun, kuasa akan hidup dan mati ada di tangan Alloh. Tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin saja sebelum berlangsungnya pernikahan, ajal sudah menjemput. Wallohu 'alam bishowab.
Hmm...karena saya belum mumpuni ilmunya, saya sudahi dulu ya bahasan mengenai perlu dan boleh tidaknya foto pre wedding.
Saya ingin berbagi pengalaman saya sekitar 6 bulan yang lalu, yaitu menjelang kami 8 monthversary. Kami melakukan pemotretan post wedding. Kami merancang semuanya sendiri, tanpa menggunakan jasa foto. Ini bukan karena kami kreatif tapi lebih tepatnya biar irit. Mulai dari pemilihan lokasi, persiapan properti, pengarahan pose sampai dengan pengambilan foto, kami lakukan hanya berdua.


Hihihi...It was so fun.
Kami mengambil lokasi di taman honda, Tebet. Tamannya indah dan yang penting bersih. Dan taraaaaaaaa......foto inilah masterpiece dari hasil pemotretan kami. Satu kata komentar untuk foto ini. Amateur.


                      Catatan: kalau diperhatikan betul-betul, kelihatan lho kalo foto ini sambungan. hihihi...

But, we really love and insyaAlloh we won't be forgot this moment. For next photo session, insyaAlloh we will buy tripod for mobile phone. My niece said it will make easier photo session. Let's try!

Sekian cerita yang bisa saya bagikan pada postingan kali ini. 
Be creative and keep always be creative!

Kamis, 05 Juni 2014

Go to FH Theare : Ada Apa dengan Cinta?

Saya mungkin sangat kekanak-kanakan, sehingga apa yang saya lakukan seringkali dinilai oleh orang lain sebagai suatu hal yang berlebihan dan seperti anak-anak. Sekitar 7 bulan yang lalu, saya dan suami merencanakan untuk menonton film bareng. Jangan membayangkan kami pergi ke bioskop ya, kami hanya menonton di laptop. Hihihi…. Pilihan film kami “Ada Apa dengan Cinta?”. Di kantor saya membuat tiket aspal (asli tapi palsu). Ternyata memang saya pintar dalam duplikasi. Ketika saya menjadikan foto tiket hasil kreasi saya sendiri sebagai DP alias Display Picture di BBM, banyak yang menyangka tiket tersebut benar-benar asli. Hehe…lebih dari 2 orang sepertinya. Komentarnya bermacam-macam, tapi inti dari kalimat mereka adalah …”Ciyeee yang mau nonton….”. Respon saya adalah tertawa geli. Masa sih mereka gampang percaya begitu saja, memang ada ya di Indonesia FH Theatre? Terus pemutaran “A2DC” memang ada lagi ya? Mungkin mereka tidak memperbesar fotonya alias hanya melihat sekilas. Memang tiket tersebut saya warnai persis dengan warna tiket XXI, cara penulisannya juga. Oh iya, FH theatre itu singkatan dari nama kami. Hehe…udah pada nebak juga kayaknya ya.

Nah, tapi pada tanggal yang tertera di tiket ternyata tidak terealisasi. 14 Oktober 2013. Alhamdulillah baru kemarin kami bisa meluangkan waktu untuk nonton bareng. 27 Mei 2014. Tiket nonton yang tidak ada masa kadaluarsanya. 

We really enjoyed the moment.

We really love for everything we do. 








Tidak hanya soal menonton film di laptop yang kami persiapkan dengan begitu apik (bikin tiket aja sih sebenernya plus ga main gadget selama nonton), kami juga pernah melakukan pemotretan post wedding which we created and did by ourselves. It was so fun. And at last week, we discussed that we will do the same at other venue. And the theme for this project is about nature. I can not wait. ♥♥♥

For post wedding photo project, I will share my experience in other posting. Be patient, please!

Kamis, 15 Mei 2014

Short Vacation in Bandung

Banyak Harpitnas di bulan Mei ini ya, salah satunya kemarin tanggal 15 Mei 2014. Saya termasuk salah seorang yang memanfaatkan tanggal merah kemarin sebagai waktu berlibur. Namun saya tidak lantas mengambil cuti hari ini, saya tetap bekerja kok. Pada hari rabu malam sepulang dari kantor, saya pergi menyusul suami ke Bandung dengan menggunakan travel Cipaganti. Hehe…lumayan dapat penginapan gratis. Hal ini lantaran suami sedang tugas kerja di Bandung. Allhamdulillah. Kami menginap di Bali World Hotel. Tempatnya baguis, dan di dekat kolam renang ada taman dilengkapi dua air mancur, dan suaranya enak sekali di dengar. Sayangnya saya tidak merekamnya. Saya gantikan dengan moment berfoto dengan suami tercinta. ♥♥♥


Setelah check out dari hotel, akhirnya kami meluncur ke daerah Antapani untuk berkunjung ke rumah teman. Sayang, dia dan keluarga sedang pergi. AKhirnya, kami langsung meluncur ke daerah Padalarang, Kota Baru Parahyangan. Memang kami tidak berniat ke FO-FO yang terkenal di Bandung. Saya ingin ke tempat yang menyuguhkan keindahan alam. Dan saya tidak keliru memilih kota Baru Parahyangan. Saya sangat penasaran dengan Masjid yang katanya sangat bagus disana. Saya pernah melihat masjid tersebut di Instagram. Subhanalloh, Masjid di KBP tersebut memang sangat indah. Tiga kata untuk menggambarkan masjid tersebut. Simple. Futuristic. Nature.

Simple. Bentuk bangunan masjid adalah kotak, dan menurut website www.kotabaruparahyangan.com, inspirasi arsitek Masjid tersebut (Bapak Ridwan Kamil) adalah dari bentuk Ka’bah. Pemilihan warna pada masjid tersebut juga tidak banyak. I noticed only three colors, i.e. Black, White and Gray. Memang ada warna merah, yaitu pada karpet Imam dan baris pertama setelah imam. Namun selebihnya karpet berwarna hitam dan abu-abu. Warna luar bangunan masjid juga memang hanya dua warna yaitu putih dan hitam. Saya sangat suka sekali dengan konsep masjid Al-Irsyad ini.

Futuristic. Saya menangkap konsep masjid ini sangat mengusung konsep masa depan sekali, yaitu environmentally friendly. Tidak ada Air Conditioner ataupun Ceiling Fan di masjid ini (tapi ga tahu juga ya kalau sedang banyak jama’ah, tapi saat saya kemarin kesana ga ada. :D). Udara sejuk pada masjid berasal dari celah-celah bangunan masjid, dan subhanallah apabila dilihat dari jauh, deretan celah-celah tersebut membentuk bacaan syahadat. Fabulous!

Nature. Kalau biasanya di dinding bagian depan masjid terdapat ukiran kaligrafi atau berhiaskan mimbar yang mewah. Hal ini sangat jauh sekali dari konsep Masjid Al-Irsyad ini. Pada bagian masjid yang mengarah ke kiblat, bangunan dibiarkan terbuka. Jamaah disuguhkan pemandangan hijau. Dan tak lupa yang menjadi daya tarik adalah lafadz Alloh pada batu yang berbentuk bulat. Rasanya sulit sekali mengungkapkan betapa indahnya lafadz Alloh tersebut. Saya coba share fotonya ya disini.



Setelah sholat di masjid Al-Irsyad, kami meluncur untuk pulang ke Jakarta. Tapi sebelumnya kami melipir dulu ke Bale Pare. Itu lho yang terkenal buat tempat pre wedding. Hehe… Ternyata di dalamnya banyak tenant berupa café dan restaurant. Dan kemarin kami singgah di  Warung Boncell. Konsep dari restaurant tersebut adalah suasana warung kampung gitu, dan tua (klasik). Dari sederet menu makanan yang ditawarkan, menu makanan kami itu Tahu Gejrot, Sekoteng, Ayam Tulang Lunak dan Sup Ayam apa gitu. Hehe…Rasanya enak (cenderung biasa untuk lidah saya), namun suasananya yang jauh lebih enak. Kebetulan saat saya makan disitu, suasana gloomy lantaran baru saja hujan reda.

Sekian yang bisa saya ceritakan tentang liburan 1 hari di Bandung. Dan lagi-lagi saya dan suami mengakhiri perjalanan dengan bersenandung lagu sunda di mobil. Hehe (hobi nyanyi). 

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Sukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Gandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

chorus
Manuk Dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk Dadali pangkakon carana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia